LDII DIY Ikuti Rakor, Ketum: Produk KIM Harus Memberi Nilai Kebaikan pada Masyarakat

LDII DIY
Biro KIM DPW dan Bagian KIM DPD LDII se-DIY mengikuti Rakor KIM LDII di studio mini Grha Cendekia, Minggu (24/10/2021)

Jogjakeren.com – Allah SWT membuat semua hal yang ada di atas bumi ini selalu berpasangan. Ada siang dan malam, ada laki-laki dan perempuan serta ada baik dan jelek. Untuk menjaga kebersamaan di masyarakat, apabila ada teman yang berbuat jelek kepada teman lain, tidak perlu dibalas hal serupa, tetapi perlu dibalas dengan hal yang baik.

Hal ini sesuai dengan teladan Nabi Muhammad SAW dalam sebuah riwayat, saat diludahi wanita tua yang sedang sakit, ia tidak marah, tetapi malah menjenguknya. Hal senada juga disampaikan Ketua Umum DPP LDII KH. Chriswanto Santoso, M.Sc. saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Komunikasi, Informasi dan Media (KIM) LDII, Minggu (24/10/2021). “Teknologi informasi seperti dua mata uang, ada sesuatu yang mempunyai nilai positif, tapi di sisi lain, dapat menjadi sesuatu yang sangat negatif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagai lembaga dakwah, LDII mengajak seluruh umat manusia pada sisi kebaikan. “Cara mengajaknya adalah dengan cara yang baik, sopan dan berakhlakul karimah,” jelasnya.

Read More

Saat ini berkembang sistem doxing, hoax, dan buzzer, sehingga dapat memberikan dampak sesuatu yang positif dapat menjadi negatif ataupun sebaliknya. “Produk KIM harus dihasilkan dengan cara yang baik, dalam rangka memberikan nilai kebaikan pada masyarakat,” ujarnya.

LDII DIY
Ketua Umum DPP LDII KH. Chriswanto Santoso, M.Sc. (kiri) didampingi Ketua DPP LDII Bidang KIM H. Rully Kuswahyudi, S.Sos. (kanan) (Dok. LINES)

Chriswanto meminta, KIM bergerak sesuai dengan koridor empat konsensus kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Diharapkan akan menjadi kekuatan dalam rangka memberikan nilai kebaikan pada masyarakat, sehingga akhlakul karimah dapat tertanam pada masyarakat, bangsa dan negara,” ungkapnya.

Koridor selanjutnya, Chriswanto meminta, jangan sampai melanggar undang-undang ITE. “Saat ini banyak yang terjebak dalam kebebasan sehingga tidak sadar telah salah dalam melangkah,” jelasnya. Untuk memberikan informasi yang baik terebut, KIM menjadi penting. “KIM seluruh Indonesia dengan terintegrasi menjadi satu, di daerah termuat dan di pusat ada, ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa,” tutupnya.

Ketua DPP LDII Bidang KIM H. Rully Kuswahyudi, S.Sos., mengatakan bahwa KIM berperan sebagai kanalisasi berita, baik tulis maupun video. “Sebagai sumber berita untuk tayang di media eksternal maupun internal, selain daerah menayangkan di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Implementasinya, Ketua Departemen KIM DPP LDII, Ludhy Cahyana S.Sos., menjelaskan bahwa KIM memiliki tugas pokok fungsi menampung, menyalurkan, dan merumuskan berbagai pokok pemikiran/gagasan/konsep mengenai masalah sosial kemasyarakatan yang memerlukan penanganan secara langsung, cepat dan tepat sasaran guna penyusunan kebijakan pengurus organisasi pada levelnya masing-masing.

“KIM juga memiliki tugas dan fungsi sebagai public relation/humas organisasi, antara lain melalui penerbitan media massa dan press release serta menggelar jumpa pers untuk mensosialisasikan kebijakan organisasi,” ujarnya.

Rakor KIM LDII dilaksanakan secara hybrid, diikuti oleh pengurus KIM DPP, DPW dan DPD LDII se-Indonesia melalui 303 titik studio mini, dengan studio utama dari Kantor DPP LDII Jakarta. Materi yang disajikan dalam Rakor KIM LDII adalah penjelasan tupoksi dan strategi KIM, komunikasi media, penjelasan Pokja LINES, menulis di media massa, serta penjelasan sosial media dan LDII TV.

Sementara Biro KIM DPW LDII DIY dan bagian KIM DPD LDII se-DIY mengikuti rakor dari studio mini Grha Cendekia, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta. Selesai materi rakor, di hadapan peserta dari seluruh DIY, Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. menegaskan bahwa KIM LDII DIY siap menindaklanjuti hasil rakor.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *