Tanamkan 29 Karakter Luhur Pada Santri, MDT Al-Fattah Kadirojo 2 Kalasan Gunakan Metode Kanban

Metode pembelajaran Kaban
Ervina Husein memberikan pembelajaran dengan metode Kaban pada santri MDT Al-Fattah Kadirojo 2

Sleman, Jogjakeren.com – Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al-Fattah Kadirojo 2 Kalasan di bawah naungan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Purwomartani Kapanewon Kalasan laksanakan pembelajaran dengan metode Kanban materi Tri Sukses Generus. Acara tersebut diikuti oleh santri dari usia Sekolah Dasar (SD) di ruang serbaguna Masjid Al-Fattah Kadirojo 2 Kalasan, Sabtu (16/11/2024).

Tri Sukses Generasi Penerus (Generus) merupakan salah satu program LDII yang dimuat dalam 29 Karakter Luhur. Program tersebut meliputi akhlaqul karimah, alim dan faqih, dan mandiri. Santri harus diajarkan dan dididik agar bisa memiliki karakter tersebut sejak dini. Agar nilai-nilai luhur bisa mengakar kuat saat dewasa nanti.

Kegiatan pembelajaran ini merupakan implementasi pengembangan metode belajar yang dilakukan oleh ustad dan ustadzah. “Tujuannya agar para santri bisa lebih memahami dan bisa menerapkan Tri Sukses Generus dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Muh Amir Khusna Kepala MDT Al-Fattah Kadirojo 2 Kalasan.

Read More
Metode Kaban digunakan MDT Kadirojo 2 sebagai media pembelajaran
Santri MDT Al-Fattah Kadirojo 2 sedang mengikuti pembelajaran dengan metode Kanban

Amir juga menyampaikan untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik di MDT Al Fattah Kadirojo 2 secara rutin selalu melaksanakan Training of Trainer (ToT) dan diklat singkat. Sehingga dalam menyampaikan pelajaran ustadz dan ustadzah tidak terpaku dengan metode konvensional.

Hal tersebut dirasa mampu memicu keinginan pengajar dalam belajar hal baru dan mampu memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan media. Media yang digunakan yaitu media dua dimensi dan tiga dimensi. Metode tersebut digunakan guna mendukung pembelajaran dan dirasa lebih efektif untuk MDT Al-Fattah Kadirojo 2 Kalasan.

Mengundang Ervina Husein sebagai pemateri, ia mengatakan dewan guru memilih tema tersebut karena krisis moral terutama pada anak usia remaja. Banyak putra-putri generasi bangsa yang pandai dan cerdas, namun minim karakter luhur. Maka perlu menekankan pemahaman dan penerapan dari pelajaran akhlaq dan budi pekerti yang telah diberikan sejak dini. “Jadi wadah MDT ini menjadi ajang yang tepat untuk memberikan materi pembinaan karakter,” pungkas Ervina.

Ervina menggunakan media pembelajaran dua dimensi berupa audio video interaktif dan media dua dimensi gambar yang dimainkan dengan metode Kanban. Metode Kanban adalah pembelajaran berbasis IT yang harus didukung dengan bahan ajar dan instrumen yang kuat. Selain itu, Kanban juga mengingatkan untuk mengantisipasi terjadinya learning loss (kehilangan hasil belajar).

Metode yang dilakukan ini diyakini bisa memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik untuk santri sehingga para santri menjadi lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Materi disampaikan dalam dua jam pelajaran (90 menit) dan ditutup dengan sholat maghrib berjama’ah.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *