Terima Audiensi, Kwarda Beri Peluang Kerja Sama dengan Sako SPN DIY

Sako SPN DIY
Audiensi pengurus Sako SPN DIY dengan Kwarda DIY. Dari kiri ke kanan: Sekretaris I Kwarda DIY Kak drh. Sri Budoyo, Ketua Pinsakoda SPN DIY Sarjita, LMT., Ketua Mabida Sako SPN DIY Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D.

Jogjakeren.comKwarda DIY resmi melantik dan mengukuhkan Pengurus Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) dan Pimpinan Satuan Komunitas Daerah (Pinsakoda) Satuan Komunitas Pramuka Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) DIY masa bakti 2021-2026 pada 29 Januari 2022 lalu. Terpilih Ketua Mabida Sako SPN DIY Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. dan Ketua Pinsakoda SPN DIY Sarjita, LMT.

Keduanya kemudian beraudiensi ke Kwarda DIY, diterima Sekretaris I Kwarda DIY Kak drh. Sri Budoyo dan staf Humas Kwarda DIY Kak Ika Prasetyo Dwiantoro (Kak Iped), Kamis (10/2/2022). Selain dalam rangka menjalin silaturahim, dalam kesempatan tersebut diserahkan pula Surat Keputusan (SK) Ketua Kwarda DIY.

Kak Sri Budoyo menyambut baik audiensi Ketua Mabida dan Ketua Pinsakoda Sako SPN DIY. Kepada mereka, ia banyak bercerita tentang organisasi pendukung gerakan pramuka, salah satunya adalah satuan karya pramuka (saka). Saka diharapkan mampu mendorong motivasi pramuka Penegak dan Pandega untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan perkembangan zaman.

Read More

Dicontohkan Kak Sri, di Kabupaten Sleman membentuk Saka Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Yaitu salah satu jenis Satuan Karya Pramuka bagi pramuka penegak dan pandega yang merupakan wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang komunikasi dan informatika.

“Pembentukan Saka Kominfo ini juga dalam rangka mendukung pengembangan IT melalui Sleman Smart City,” ujar Kak Sri.

Dilansir dari sakakominfosleman.or.id, Saka Kominfo mulai digagas pada saat pelaksanaan Kemah Bakti Racana (Kembara)#2 pada 8 Oktober 2018. Lima perguruan tinggi yakni Universitas Jenderal Achmad Yani, Universitas AMIKOM Yogyakarta, Universitas Teknologi Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia, dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga berperan sebagai perintis Saka Kominfo Sleman yang diketuai Kak Ryan Dwiki Rusdiyanto.

Terdapat tiga krida dalam Saka Kominfo yaitu Krida Multimedia, Krida Kehumasan, dan Krida Telematika. Krida adalah satuan kecil yang merupakan bagian dari Saka sebagai wadah kegiatan keterampilan tertentu, yang merupakan bagian dari kegiatan dan beranggotakan maksimal sepuluh orang.

Melalui Saka, Kak Sri mendorong agar generasi muda bisa memiliki keterampilan dan kemandirian. Selain itu, ia juga mendorong pendidikan karakter sejak dini seperti menjaga lingkungan. Ia pun membuka peluang kerja sama kepada Sako SPN DIY dalam menjalankan tiap-tiap saka dalam gerakan pramuka. “Ketika ada kegiatan untuk penghijauan, kami siapkan bibitnya,” katanya.

Sementara itu, Kak Atus menambahkan bahwa Saka memberi banyak manfaat, “Saka Taruna Bumi sangat berpotensi untuk menyejahterakan perekonomian di tingkat rumah tangga,” ujarnya.

Senada dengan Kak Sri, Dosen Fakultas Kehutanan UGM ini pun menambahkan bahwa di Pramuka ditumbuhkan karakter dan pembiasaan yang baik. Ia mencontohkan hal yang paling sederhana dan mudah dilakukan namun tidak semua orang sanggup dan mau melakukannya, yaitu budaya antri. “Saya pernah mengalami, ada orang menyerobot antrian,” kata Kak Atus. Sementara banyak karakter yang bisa ditanamkan melalui budaya antri.

Kak Atus yang juga Wakil Ketua II Saka Wanabakti Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY menyambut baik peluang kerja sama yang diberikan Kwarda DIY. “Dengan senang hati, kami siap mengomunikasikan dengan Kwarda,” tutupnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment