Jogjakeren.com – Wakil Wali Kota (Wawali) Yogyakarta Drs. Heroe Poerwadi, MA. meminta LDII menjadi solusi di tengah permasalahan masyarakat. “Seperti masalah minyak goreng, di tengah kelangkaan ini, LDII perlu membuat langkah sosial seperti mengajak masyarakat membuat minyak goreng sendiri dari kelapa,” kata Heroe saat menerima audiensi pengurus LDII, Senin (4/4/2022) sore.
Selain itu, sejak diberlakukannya sekolah daring, kini anak-anak sudah memiliki handphone, namun di luar jam sekolah anak-anak sibuk bermain game. “Ini supaya menjadi perhatian bersama dan perhatian LDII dalam membina keluarga,” ujarnya.
Melalui audiensi ini, Heroe berharap ada langkah LDII dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat, “Terutama pada masa pandemi ini permasalahan bisa diselesaikan hingga ke akarnya,” harap Heroe.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Yogyakarta H. Sudarsono, SKM, MA mengucapkan terima kasih kepada wawali telah diberi kesempatan untuk bersilaturahim kembali. “Acara audiensi dan silaturahim dengan wawali sebetulnya sudah kami laksanakan bulan lalu, akan tetapi sebagai pengganti tarawih keliling (tarling) karena kondisi belum memungkinkan, maka pada kesempatan ini kami mengajak takmir masjid binaan LDII,” tuturnya.
Ia menambahkan, LDII menerima dengan terbuka wawali atau siapapun yang akan melaksanakan tarling dan buka bersama jika kondisi sudah memungkinkan.
Pada pelaksanaan sholat idul fitri nanti, Sudarsono melaporkan bahwa akan diselenggarakan di lapangan SMP Pangudi Luhur. “Ini sudah rutin kami lakukan sejak sebelum pandemi, selama pandemi kami imbau di rumah-rumah, dan tahun ini insya Allah akan dilaksanakan kembali di tempat tersebut. Dari Dandim maupun Polsek akan memberikan pengamanan, kami sangat senang,” terangnya.
Di samping itu, pembinaan ilmu agama warga LDII dilakukan di tiap-tiap majelis taklim, termasuk pembinaan terhadap mahasiswa melalui Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Baitul Hamdi. “Mahasiswa di samping memperoleh ilmu akademik di kampusnya, juga diimbangi dengan ilmu agama yang kami bina melalui PPM,” kata Agus Maulana, Takmir Masjid Baitul Hamdi.
Santri PPM diharapkan menjadi santri yang profesional religius, “Saat ini sedang dilaksanakan pengajian Alquran pada sesi pagi, siang, dan malam. Selama pandemi, kegiatan sempat terhenti, dan kini sudah bisa melaksanakan kegiatan Ramadhan sebagaimana biasanya,” imbuh Agus.
Hadir pada kesempatan tersebut, Kabag Kesra Ratnaningtyas, S.STP., M.Si., Mantri Pamong Praja Umbulharjo Drs. Rajwan Taufik, M.Si., Danramil Umbulharjo Mayor Infrantri Chairul Anwar, Kanit Intel Umbulharjo IPTU Ari Andriwibowo, KUA Umbulharjo Drs. Abdul Halim, Lurah Muja Muju Aris Sukrisna, dan Ketua RW 09 Muja Muju Drs. Danang Agung Satrio.
Dari LDII hadir Dewan Penasehat DPD LDII Kota Yogyakarta, pengurus harian dan perwakilan takmir masjid binaan LDII Kota Yogyakarta.





