Jogjakeren.com – Pelepasan terhadap siswa yang telah menyelesaikan masa studinya biasanya ditandai dengan kegiatan wisuda. Usai menerima ijazah, pada umumnya setiap siswa mendapatkan kenang-kenangan berupa plakat wisuda atau sejenisnya. Namun, ada yang berbeda dengan siswa SD Muhammadiyah Kauman (Muhamka) Kota Yogyakarta.
Sebanyak 60 siswa kelas 6 SD Muhamka mengikuti prosesi wisuda kelulusan di Hotel Satya Graha, Jalan Veteran, Umbulharjo, Sabtu (17/6/2023). Yang berbeda pada wisuda kali ini, siswa selain mendapat ijazah juga akan mendapat buah biji keben untuk dibawa pulang dan dipelihara.
“Ide membekali para siswa yang telah lulus dengan bibit pohon keben merupakan ide wali murid. Melihat sisi positif ide tersebut, pihak sekolah pun langsung menyetujuinya,” kata Kepala SD Muhamka, Layin Fauziyah.
Kenapa Keben? Karena pohon ini simbolik Pohon Perdamaian. Seperti yang diamanatkan Presiden Soeharto pada Hari Lingkungan Hidup (5 Juni 1986).

Pihak sekolah pun berharap pesan cinta lingkungan alam ini akan dibawa siswa-siswi SD Muhamka dimanapun berada. Lebih jauh kepala sekolah berharap, program “Wisuda Bersama Pohon” ini menginspirasi sekolah lain untuk bersama melakukan gerakan hijau.
“Bisa dibayangkan jika ribuan siswa sekolah melakukan hal yang serupa, maka Kota Jogja akan lebih asri dan sehat,” ujarnya.
Diketahui, banyak pohon tinggi yang tumbuh di halaman sekolah SD Muhamka dan kompleks Masjid Gedhe Kauman. Pepohonan itu di antaranya sawo kecik, tanjung, kantil, beringin dan keben.

Selama enam tahun sekolah, para siswa bertemu, bersapa, dan bernaung di bawah teduhnya pohon. Di samping itu, pohon menjadi bagian penting dalam pendidikan. Pohon menyediakan udara (oksigen) yang bersih, sehingga proses belajar mengajar berjalan nyaman.
Sementara itu, salah satu indukan pohon tua keben yang berumur ratusan tahun, berada di Ndalem Keben Keraton Jogja yang ditanam Hamengku Buwono I.





