Verifikasi PROKLIM, Kehadiran UMKM dan KWT Ledok Wuni Sangurejo Menjadi Nilai Plus

proklim
Tim Verifikasi Proklim foto bersama dengan penggiat UMKM Sangurejo dan KWT Ledok Wuni

Sleman, Jogjakeren.com – Tim Verifikator dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY telah melaksanakan Verifikasi Lapangan Program Kampung Iklim (Proklim) tingkat nasional kategori utama, di Padukuhan Sangurejo, Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Sleman, pada Selasa (9/7/2024).

Menariknya saat verifikasi berlangsung adalah adanya stand UMKM olahan salak dan hasil KWT Ledok Wuni. Perkembangan Padukuhan Sangurejo ini memang sudah mulai terlihat termasuk dalam hal peningkatan secara ekonomi. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya pemberdayaan KWT Ledok Wuni yang semakin maju. Saat verifikasi berlangsung, produk-produk dan olahan hasil KWT Ledok Wuni terlihat menjadi salah satu nilai plus dalam penilaian evaluasi PROKLIM.

Dengan adanya KWT Ledok Wuni dapat menjadi salah satu peranan dalam mendukung kegiatan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yaitu dengan cara pemanfaatan pekarangan. Pemanfaat pekarangan dapat diterapkan oleh masyarakat dengan cara menanam tanaman sayur, tanaman obat, kebun buah, hingga tanaman hias.

Read More

Ketua KWT Ledok Wuni, Fitri menyebutkan bahwa KWT sangat berperan aktif dalam mewujudkan PROKLIM terlebih dalam pemanfaatan pekarangan sehingga menghasilkan olahan-olahan yang mendapatkan nilai jual. “Kami kemarin panen singkong, ya kami manfaatkan singkong-singkong itu jadi nilai jual yang lebih tinggi. Misalnya ini kami bikin pothil, cemplon, klemet, gethuk, combro, dll,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menambahkan jika dari segi ketahanan pangan maka yang dilakukan adalah dengan pemanfaatan hasil pekarangan yang ditanam oleh KWT. “Misalnya kalau musim kemarau, kami membeli sayur-sayuran itu agak mahal ya, kami mau makanan itu nggak harus beli, yang kami nggak punya ya sudah petik di KWT. Terus seumpama kayak kemarin itu cabai mahal ya kami cukup petik di lahan kami KWT,” ungkapnya.

Dengan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh KWT Ledok Wuni ini sangat membantu ekonomi masyarakat. Dari masyarakatnya sendiri merasakan terbantu terlebih untuk perekonomian ibu-ibu rumah tangga.

Turinah salah satu penggiat UMKM Sangurejo juga menyebutkan apa saja olahan yang berhasil dihasilkan dari produk lokal yaitu berbahan dasar buah salak. “Yang ada di sini ini peyek kacang, emping, puding salak, mochi isi salak, dawet salak, jenang salak, geplak salak, dodol salak, wajik salak, keripik salak, basreng salak, stik salak sama kelor, semua ini kami manfaatkan dari bahan salak,” ujarnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *