Workshop Kemandirian Ecoprint: Pengolahan Kain Sebelum Pembuatan Ecoprint

  • Whatsapp
Ilustrasi pengolahan kain baru sebelum pembuatan ecoprint (Foto: food52.com).

Jogjakeren.com – Ecoprint merupakan seni menghias kain dengan menggunakan daun, bunga ataupun bahan-bahan lainnya yang berasal dari alam. Setiap orang mampu mengeksplorasi lingkungan tanpa merusak lingkungan.

Tidak semua limbah dari ecoprint dibuang begitu saja atau mengotori lingkungan. Daun-daun yang telah digunakan dapat dimanfaatkan menjadi pupuk. Plastik-plastik yang sudah dipakai bisa diperguanakan lagi untuk digunakan pada proses selanjutnya.

Bacaan Lainnya

Hal ini dipaparkan oleh Ira Fatma selaku owner Omah Fatma dalam Workshop Kemandirian Ecoprint yang  diselenggarakan PAC LDII Sinduadi berkerja sama dengan Majelis Taklim Al-Munawarah, Minggu (3/10/2021).

Kegagalan yang terjadi dalam ecoprint karena kain terlalu kering dan ada kadar warna di setiap daun yang berbeda. Mencegah hal ini, dilakukan treatment pada kain yang akan digunakan, antara lain:


  1. Scouring

Kain yang baru belum tentu sudah bersih, terdapat kotoran-kotoran yang tidak terlihat oleh mata. Sebaiknya, sebelum digunakan kain dicuci dengan tanpa pemutih dan pewangi.

Proses ini dapat menghilangkan komponen-komponen yang menghambat proses masuknya zat warna ke dalam serat kain. Komponen tersebut seperti minyak, lemak, lilin, dan kotoran-kotoran lainnya.


  1. Mordanting

Kain diberi tawas dan soda kue yang kemudian direbus selama 1 jam lalu didiamkan 6-24 jam.

Soda kue tersebut dapat membuka pori-pori kain sehingga unsur logam dalam tawas meresap ke kain. Unsur logam yang digunakan yaitu besi berkarat yang direndam dalam air (disebut air tunjung).


  1. Premordar

Sebelum mencetak motif, kain perlu diberi unsur logam agar lebih kuat dalam mengikat warna alam sehingga menghasilkan kerataan dan ketajaman warna yang baik. Semakin banyak air tunjung yang diberikan, mengakibatkan warna kain kusam.

Kain direndam dengan air tunjung dan cuka selama 10 detik yang kemudian direbus. Setelah kain ditiriskan, kain direbus kembali selama 10 menit lalu dijemur.


  1. Mordan in

Kain direbus dengan air endapan kapur selama 10 menit. Banyaknya kapur yang digunakan dapat mempengaruhi hasil dan warna kain.


  1. Steaming

Dalam proses ini, kain dikukus selama 2 jam. Dengan begitu warna pada kain keluar.


  1. Fiksasi

Selama 7 hari, kelunturan kain perlu diamati dengan mencuci dan mengangin-anginkan kain. Hal ini dilakukan agar warna kain tidak luntur saat pembuatan ecoprint.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *