Ajak Umat Islam Bersatu, MUI Gunungkidul Rangkul Ormas Islam Kawal Ukhuwah Islamiyah

LDII
Pemateri pembekalan peserta Musda VII DPD LDII Kabupaten Gunungkidul, Minggu (5/12/2021)

Jogjakeren.com – Ketua Umum (Ketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gunungkidul Dr. KH. Asrofi, S.Ag., M.Hum. memberikan pembekalan kepada peserta Musyawarah Daerah (Musda) VII DPD LDII Gunungkidul di Bangsal Sewokoprojo, Minggu (12/12/2021). Materinya berjudul “Peran MUI sebagai Wadah Musyawarah Ulama, Cendekiawan Muslim dan Organisasi Keagamaan Islam”.

“MUI menyadari Indonesia adalah negara yang sudah final berdasarkan kesepakatan seluruh bangsa dari berbagai ras, suku, agama, yang artinya NKRI itu final dan harga mati,” ungkapnya mengawali materi.

MUI, lanjutnya, memainkan dua peran, yakni melayani umat (khadimul ummah) dan menjadi mitra pemerintah (shadiiqul hukumah). MUI mempunyai kewajiban untuk mengawal umat Islam, meningkatkan harkat martabat kualitas masyarakat muslim menjadi lebih baik, berkarakter mulia, dan berbudi pekerti luhur, “Yang kemudian bisa berkontribusi untuk kemaslahahatan umat manusia, karena semua mempunyai cita-cita kejayaan Indonesia,” tuturnya.

Read More

MUI juga mempunyai keyakinan bahwa kejayaan Indonesia berdiri salah satunya melalui kejayaan umat Islam secara keseluruhan sehingga Islam membuktikan dirinya sebagai rahmatan lil alamin. “MUI merupakan wadah berkumpulnya ulama, maka fungsi ulama sebagai warasatul anbiya yaitu melanjutkan risalah dan ajaran para nabi untuk mewujudkan tauhid, akidah Islamiyah supaya umat Islam betul-betul melalui siratal mustaqim,” katanya.

Sebagai warasatul anbiya, MUI mempunyai tugas mulia yaitu membangun ukhuwah,”Ada potongan ayat wata’awanu alal birri wattaqwa, wala ta’awanu alal ismi wal udwan, bahwa pelarangan disharmoni itu disebutkan setelah perintah kebajikan dan takwa, inilah betapa pentingnya harmoni bagi masyarakat,” tandasnya.

Untuk itu, MUI mempunyai kewajiban untuk mewujudkan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah bashariyah dan ukhuwah wathaniyah, “Agar bisa bersama-sama mewujudkan umat yang beramal sholih hingga menjadi umat yang bermartabat,” katanya.

Sebagai contoh, MUI membangun ukhuwah dengan FKUB. “Sudah berjalan tiga periode, mulai periode kedua saya menggandeng LDII masuk menjadi anggota FKUB. Pada periode ketiga, termasuk di dalamnya pula Ketua Umum MUI Gunungkidul untuk bersama-sama mengawal ukhuwah Islamiyah di Kabupaten Gunungkidul,” jelasnya. LDII juga turut digandeng KH. Asrofi pada kepengurusan MUI Gunungkidul periode 2018-2023.

Diakuinya, setelah ditunjuk sebagai pelaksana harian Ketum MUI Gunungkidul, ia pernah bersilaturahim di Sekretariat DPD LDII Gunungkidul di Piyaman, Wonosari. “Saat itu saya diminta untuk menjadi imam shalat, artinya MUI sudah menjalankan fungsi membangun ukhuwah Islamiyah dan LDII membuktikan sebagai organisasi yang egalitarian, tidak eksklusif, organisasi terbuka begitu juga organisasi Islam di Kabupaten Gunungkidul, seperti NU, Muhammadiyah, LDII, MTA itu semuanya tidak eksklusif,” tegasnya.

Disebutkan KH. Asrofi, bangsa Indonesia, saat ini sedang menghadapi 4K. “Pertama, Kompetisi bebas yang menghasilkan kolonialisasi yaitu penjajahan gaya baru. Kedua, Konglomerasi, pemusatan kekayaan pada segelintir orang di negara tertentu, artinya kesejahteraan yang hendak dicapai adalah kesejahteraan semua orang. Dulu manusia menjadi budak dan tidak bermartabat, kemudian Islam datang, MUI datang ingin membebaskan agar menjadi manusia merdeka yang bermartabat,” urainya.

Ketiga, Konspirasi, susah dibuktikan tapi ada, konspirasi dari mereka yang mempunyai target untuk konglomerasi. Keempat, Karya, MUI tidak ingin dunia ini rusak karena sprit Islam tidak diterapkan. “Islam mengajarkan kebenaran, kebaikan, keadilan, antar Islam bersaudara untuk kejayaan negeri tercinta Indonesia,” ungkapnya.

Mengakhiri materinya, KH. Asrofi berdoa,”Semoga pertemuan, rapat, silaturahmim di MUI ke depan tetep berlangsung bersama seluruh komponen organisasi sosial keagamaan Islam termasuk di antaranya LDII,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *