Jogjakeren.com – Tahapan Musyawarah Daerah (Musda) VII DPD LDII Kabupaten Gunungkidul telah terlaksana sesuai aturan pemerintah. “Ini merupakan keberhasilan bagi organisasi. Salah satunya, setiap lima tahun sekali, organisasi menyelenggarakan rapat atau musyawarah di tingkat masing-masing untuk mengevaluasi program dan pergantian kepengurusan,” kata Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. dalam sambutan penutupan Musda VII LDII Gunungkidul di Bangsal Sewokoprojo, Minggu (12/12/2021) sore.
Kepada ketua terpilih Wahono Budi Rustanto, S.Pd., Atus mengucapkan selamat dengan diiringi doa semoga diberi kesehatan, keselamatan, kelancaran, dan kebarokahan. “Pemimpin yang kuat itu dibutuhkan oleh organisasi, sejarahnya sudah banyak, sebagaimana bani umayyah dan bani abasiyah,” ungkapnya.
Di hadapan 17 ketua PC LDII se-Kabupaten Gunungkidul, Atus membeberkan tiga pesan bagi kepengurusan baru lima tahun mendatang. Pertama. strong leadership. “Para ketua PC diharapkan memiliki strong leadership,” katanya.
Kedua, dream team. “Kita bukan superman, tapi kita perlu dream team, the right man on the right place, orang yang tepat bekerja pada posisi yang tepat. Orang yang takut di depan tapi banyak mencatat, cocok menjadi sekretaris, orang yang bisa melobi, kepemimpinannya kuat, cocok menjadi ketua, dan seterusnya,” urainya.
“Tiga puluh hari ke depan, untuk menjalankan dream team, ketua PC silakan memberikan usulan kader terbaiknya untuk menjadi pengurus DPD,” imbuhnya.
Ketiga, delapan bidang pengabdian LDII, “Ini menjiwai program LDII, diawali oleh kebangsaan dan diakhiri dengan energi baru terbarukan (EBT). Dari delapan bidang pengabdian ini silakan dipilih, mana yang menjadi kekuatan daerahnya masing-masing,” bebernya.
Bidang ekonomi syariah, Usaha Bersama (UB) yang telah berjalan, Atus meminta untuk dikembangkan lagi.
Sementara tragedi bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul (Pulung gantung), LDII diharapkan bisa mengambil peran dalam pendidikan karakter melalui Penggerak Pembina Generus (LDII) dan psikolog.
Bidang pendidikan, diharapkan LDII ikut mendorong kebudayaan khususnya bisa boso, seperti mengadakan pelatihan pengembangan boso antara suami istri, serta orang tua dan anak.
Bidang pangan dan lingkungan hidup, sebagai kabupaten yang kaya akan tempat wisatawan, LDII mendorong untuk mengembangkan desa wisata dan ekonomi kreatif.





