Yuk Latihan Berbelas Kasih pada Diri Sendiri di Masa Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
belas kasih
Menanamkan rasa belas kasih pada (self-compassion) pada diri sendiri di masa pandemi Covid-19 (Foto: terapiemosi.com)

Jogjakeren.com Saat pandemi, apakah kamu sulit berbagi cerita dengan temanmu? Momen bersama temanmu saat pandemi ini apakah semakin berkurang? Belakangan ini kamu merasa kurang bersemangat? Atau kamu khawatir secara berlebihan? 

Di masa pandemi Covid-19 ini, emosi negatif seperti rasa kesepian, malas, dan khawatir berlebih tidak bisa dihindari sepenuhnya. Jika tidak segera ditangani, emosi tersebut dapat terus berkembang dan mengganggu kesehatan mental penderitanya. Menanggapi hal tersebut, melatih penanaman self-compassion pada diri sendiri sangatlah penting.

Bacaan Lainnya

Pentingnya Apa?

Belas kasih (self-compassion) dapat membantu mengelola stres akibat ancaman virus, mengurangi perasaan kesepian, dan mengurangi rasa bersalah. Tidak hanya menurunkan tingkat depresi, self-compassion dapat meningkatkan kebahagiaan dan optimisme. Penerimaan diri secara utuh dan keseluruhan bahwa kita adalah manusia, dan hal wajar apabila kita berbuat sebuah kesalahan, serta tidak seharusnya kita menyesali kesalahan-kesalahan tersebut secara berlebihan.

3 Pencapaian Self-compassion

  • Self-kindness (Kebaikan Diri)

Orang yang memiliki self-compassion tetap memandang diri sendiri dengan positif ketimbang mengkritik diri sendiri secara berlebihan atas kesalahan yang telah diperbuat atau tetap baik terhadap diri sendiri. Sebagai contoh, mengganti pemikiran seperti,

“Seharusnya ini semua tidak terjadi jika aku…” menjadi “Ini adalah konsekuensi dari kesalahanku, tapi ini tidak akan terjadi lagi di kemudian hari”.

  • Common humanity (Sifat Umum Manusia)

Menerima bahwa ketidaksempurnaan adalah hal manusiawi yang wajar adanya juga dapat membantu kita merasa lebih dekat atau terhubung dengan orang lain. Sesuatu yang bisa dilalui oleh semua manusia, bukan sesuatu yang terjadi pada “saya” saja.

  • Mindfulness (Sadar Emosi)

Kita tidak perlu judgment pada diri sendiri tentang apa yang dipikirkan orang lain. Dengan membudayakan mindfulness, kita dapat menerima dan menghadapi konsekuensi dari kesalahan tanpa me-label diri sendiri hal-hal yang tidak seharusnya seperti pecundang, orang yang selalu gagal, dan lain sebagainya. Dalam waktu yang sama, kita tidak bisa mengabaikan rasa sakit kita dan merasakan belas kasihan. 

Yuk praktikkan self-compassion

Pertama, luangkan waktu sejenak saat mengalami masa sulit. Perhatikan jika kamu mengalami emosi negatif seperti stres, kemarahan, atau ketidaksabaran. Langkah kedua adalah mengakui bahwa kamu tidak sendirian. Berbicara dengan orang lain dapat menghilangkan anggapan bahwa mengalami rasa sakit itu tidak normal. 

Terakhir, perlakukan diri sendiri dengan kebaikan. Bicaralah pada diri sendiri seolah-olah sedang berbicara dengan seorang sahabat. Tulis atau baca pernyataan positif. Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang kamu sukai.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *