Antara Cinta, Budak Cinta dan Menikah

Antara cinta, budak cinta dan menikah
Antara cinta, budak cinta dan menikah

jogjakeren.com – Kata cinta sudah tidak asing bagi setiap manusia. Dari anak-anak hingga lanjut usia. Siapa yang tidak mengenal kata “cinta”? Sejak Nabi Adam diciptakan. Tapi sebenarnya apa itu cinta?

Cinta adalah fitrah yang dimiliki setiap insan
Dimana 2 otak 1 pemikiran,
4 tangan 1 genggaman,
4 kaki 1 tujuan,
2 hati 1 perasaan.

Cinta

Cinta termasuk fitrah alami manusia, jika manusia tanpa cinta, perasaan akan hampa. Cinta memberikan kebahagiaan, akan tetapi cinta jugalah yang kadang membawa kesengsaraan dan pengorbanan bahkan cinta bisa menjerumuskan bagi mereka yang merasakannya, jika mereka tidak bijak menyikapinya.

Read More

Setiap insan pasti pernah merasakan yang namanya jatuh cinta, mulai dari proses mencintai sampai dicintai, jadi jangan sampai kita menyalahkan orang yang sedang jatuh cinta.

Sebab orang yang jatuh cinta itu tiba-tiba dan tidak disangka-sangka, yang perasaan itu menimbulkan kasih dan sayang kepada orang lain. Saat jatuh cinta dunia terasa mempesona, indah ibarat surga, sedangkan saat putus cinta dunia  terasa hampa, tersiksa ibarat neraka. Maka, jika kita ingin menikmati indahnya hidup, sering-seringlah jatuh cinta.

Setiap orang yang jatuh cinta harusnya paham bagaimana mengelola perasaan cinta, sehingga gelora cinta itu tidak menuntunnya pada kemaksiatan dan murka Allah SWT.

Apalagi jatuh cinta dengan lawan jenis. Saat jatuh cinta pada lawan jenis hendaknya memahami bahwa ada batasan-batasan tertentu yang tidak boleh sembarangan dalam mengatakan rasa cinta. Sebab jika tidak bisa mengelolanya  akan terjerumus pada cinta yang salah dan terhanyut pada badai asmara yang tidak sesuai dengan ajaran agama.

Karena dengan cinta yang salah, mata akan menjadi buta dan telinga akan menjadi tuli, sehingga apapun yang dilakukan akan terasa benar. Seperti pepatah Arab menyatakan :

حُبُّكَ لِلشَّيْءِ يُعْمِي وَيُصِمُّ

“Cintamu kepada sesuatu menjadikanmu buta dan tuli.”

Cinta memang datang tiba-tiba dan tidak diketahui penyebabnya, akan tetapi kalau kita tidak bisa membedakan mana cinta yang sebenarnya mana cinta yang kepalsuan belaka kita akan terjerumus dengan cinta yang salah.

Seperti halnya anak zaman sekarang mereka menjadi korban budak cinta.

Budak Cinta

Budak cinta adalah mereka yang tergila-gila akan cinta, rela berkorban dengan harta, jiwa, dan raga. Semuanya itu mereka berikan cuma-cuma atas nama cinta. Bahkan rasa cinta mereka itu mengalahkan logika dan norma yang ada. Mereka melakukan apa saja demi bisa  bersama-sama. Seringkali si budak cinta tidak sadar bahwa dirinya dirugikan dalam hubungan yang tidak sehat itu.

Meski cinta itu tidak dapat dijelaskan tapi bahasa tubuh dapat mewakilkan. Meski cinta itu tidak dapat diungkapkan tapi pandangan tidak dapat dialihkan. Maka cinta seharusnya diyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan dan dibuktikan dengan perbuatan.

Karena demikian itulah cinta seseorang yang mempunyai keimanan. Bukan cinta karena dorongan nafsu belaka sehingga menghalalkan segala cara. Seperti Firman Allah:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan kalian janganlah mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al Isra : 32)

Maka jangan sampai kita mengikuti langkah-langkah syetan yang dibalut keindahan, kesenangan, dan kebahagian hingga terlena dan terjerumus pada kemaksiatan dan berakhir pada perzinaan.

Ayo Menikah!

Untuk menghindari kondisi demikian, Islam memberikan aturan agar manusia tidak serampangan dalam menyalurkan syahwatnya. Islam mengizinkan manusia untuk melakukan cara yang halal melalui nikah, sehingga menutup rapat segala celah yang dapat mengantarkan kepada keharaman. Rasulullah SAW bersabda,

لَمْ أَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ

“Saya belum pernah melihat solusi untuk dua orang yang saling jatuh cinta, selain nikah.” (HR. Ibnu Majah)

Dan dengan menikah manusia bisa terjaga kehormatannya. Berdasarkan Firman Allah:

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Nikahkahlah orang yang bujangan diantara kalian serta orang baik dari budak kalian yang laki-laki maupun perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan karunia-Nya. Allah Maha Luas dan Maha Mengetahui. (QS. An-Nur: 32)

Cinta itu memang indah dan mempesona tetapi jika orang yang merasakan jatuh cinta tidak dapat membentengi diri dengan keimanan maka mereka akan terbujuk dengan racun dunia (percintaan yang salah) akhirnya cinta itu akan ternodai dan merugikan dirinya sendiri.

Maka, ayo menikah!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  1. Irtamizurizqibinnikah, mencarilah rezeki dengan menikah.
    Bukan menikah yg menjadikan mu miskin, tpi menikahlah yg menjadikan jalan mu kaya.