Bagaimana Saya Harus Memilih Karir?

Memilih karir
Ilustrasi memilih karir (Foto: quipper.com)

jogjakeren.com – Memilih karir merupakan salah satu keputusan penting yang harus dilakukan dalam kehidupan seseorang, dan proses tersebut adalah proses alami yang pasti terjadi dalam siklus kehidupan seseorang.  Suatu hal yang wajar jika kita menjadi bingung bahkan tertekan untuk melakukannya, karena akan sangat berdampak dalam kehidupan seseorang.

Berbagai pertanyaan terus muncul bagi kami para konsultan karir. Bahkan muncul pertanyaan yang sama dari waktu ke waktu

“Karir apa yang cocok untuk saya?”

Read More

“Karir apa yang pantas untuk lulusan seperti apa?”

“Bagaimana cara melamar kerja yang tepat?”

“Apa yang harus saya lakukan setelah lulus?”

“Keterampilan apa yang harus saya miliki?”

“Kemampuan apa yang harus saya kembangkan?”

“Karir apa yang potensial untuk saya?”

Keputusan karir yang dibuat hari ini akan melekat sepanjang hayat. Hubungan kita dengan karir bisa jadi lebih panjang dibandingkan dengan hubungan kita dengan jodoh. Dampaknya pun sangat besar terhadap kehidupan kita.

Bahkan karir seseorang juga ikut membentuk kehidupan seperti apa yang akan kita ciptakan. Oleh karena itu, menentukan karir dengan sepenuh hati merupakan proses yang penting dan tak dapat diabaikan begitu saja.

Karir merupakan tanggung jawab pribadi

Satu hal yang perlu digaris bawahi bahwa memilih karir tidak hanya berarti bahwa seseorang akan mencapai puncak karir tertinggi yang akan mengantarkan kita menjadi seseorang yang sukses dan tenar. Sebaliknya, mengembangkan karir berarti bahwa seseorang harus mengembangkan potensinya untuk tumbuh dan terus mengembangkan diri dengan karir itu dan mencapai kesuksesan dengan keputusan yang dibuatnya.

Perlu kesadaran yang tinggi untuk melakukan pengambilan keputusan terhadap karir yang kita pilih sehingga tidak terjadi penyesalan di kemudian hari.  Nah, ketika kita memasuki sebuah organisasi dan menjadi bagian di dalamnya tanpa ada langkah pengembangan diri artinya karir kita kurang berkembang secara optimal.

Satu hal yang tak boleh dilupakan adalah bahwa karir merupakan tanggung jawab pribadi kita sebagai pemiliknya, maka pengembangan karir pun harus dilakukan secara mandiri tanpa harus menunggu perusahaan atau organisasi untuk memfasilitasi. Mengikuti pelatihan, meminta atasan langsung untuk memberikan bimbingan, meminta umpan balik dari rekan sejawat merupakan cara praktis agar kita bisa melakukan pengembangan karir secara berkesinambungan.

Kesadaran akan potensi, bakat, dan minat terhadap karir seseorang seringkali tak disadari oleh pemiliknya. Hal inilah yang yang harus difasilitasi dengan asesmen berupa tes potensi, tes bakat, maupun tes minat. Seringkali rangkaian tes tersebut dimaknai sebagai psikotes.

Psikotes inilah yang akan memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam proses pengembangan karir. Tes-tes tersebut memang harus difasilitasi oleh tenaga profesional. Apakah kita bisa mengenali secara mandiri potensi, bakat, maupun minat yang ada di dalam diri kita? Jawabannya pasti bisa. Kita rajin-rajin saja membuat catatan atau portofolio tentang diri kita sehingga kita dapat memahami diri kita secara utuh untuk memilih karir yang tepat.

 

Diana Ratri, M.Psi, Psikolog
Praktisi Psikologi Industri & Organisasi
Konselor Pengembangan Karir

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *