UGM Bekali FORSMI 3 Strategi Beasiswa Sekolah Luar Negeri

Forum Sarjana Mubaligh dan Mahasiswa Indonesia (FORSMI) membekali anggotanya dalam rangka memperoleh beasiswa luar negeri di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin Lubang Buaya, Minggu (15 Maret 2020). Aula masjid ponpes tersebut penuh sesak, hampir 200 mahasiswa perwakilan Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) dari seluruh Indonesia memadatinya mulai pagi hingga waktu Ashar. Setelah penyampaian makna Al Qur’an dan Al Hadits dalam Bahasa Inggris, acara dilanjutkan dengan penjelasan mengenai strategi menggapai beasiswa sekolah di luar negeri oleh reviewer beasiswa LPDP Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D.

Menurut Atus yang juga penerima beasiswa Monbukagakusho (MEXT) Jepang ini sesungguhnya banyak peluang beasiswa yang ditawarkan di luar negeri, antara lain: Jepang, Jerman, Belanda, Australia, USA, dan Inggris. Hanya saja seringkali informasi beasiswa tersebut tidak sampai kepada mahasiswa. Pengumumannya dalam Bahasa Inggris bisa jadi merupakan salah satu penyebabnya. Penyebab lainnya diduga karena kurangnya keinginan dan motivasi.

Googling kaliyan selama ini dimana? Bila memang serius ingin mendapatkan beasiswa di suatu negara pada universitas tertentu, menghendaki laboratorium yang ada profesor dengan keahlian tertentu semestinya fokus googling-nya akan di sana terus,” ungkap Atus.

Read More

Fokus mencari informasi beasiswa tertentu saat berselancar di internet merupakan salah satu kunci sukses mendapatkan beasiswa. Selain itu, Atus juga menuliskan 12 kunci lainnya dalam buku yang berjudul “13 Kunci Beasiswa Sekolah Luar Negeri”. Fokuskan googling-mu tercantum pada kunci ke-11. Buku ini diterbitkan oleh Yayasan Insan Prima Yogyakarta pada Desember 2019. Kunci yang pertama dan utama adalah berani bermimpi dengan sungguh niat benar-benar. Sebagai Sekretaris Program Studi Kehutanan UGM, Atus memotivasi para mahasiswa untuk berani mempunyai mimpi setinggi bintang. Sekolah di luar negeri selalu diawali dengan keinginan untuk dapat meraihnya suatu hari nanti.

“Panahlah bintangmu dengan selalu fokus kepada 2 hal, yakni niat mengapa ke luar negeri dan persyaratan beasiswa yang diminta. Niat yang benar menjadi daya dorong kuat untuk terus berjuang mencari jalan ke luar negeri. Di samping itu, awali pula dengan mengetahui skor TOEFL/IELTS /JLPT serta negara, kampus, laboratorium tujuan, dan profesor yang diinginkan. Penuhilah satu per satu semua persyaratan mulai sekarang juga,” pinta Atus.

Strategi ketiga yang memerlukan persiapan panjang adalah menabung CV hebat. Bapak dari enam anak ini beberapa kali memberikan contoh langkah persiapan sehingga mudah lolos dalam seleksi beasiswa. Semua kolom biodata perlu senantiasa diperbaharui. Tidak hanya pendidikan, namun juga kolom berorganisasi, publikasi, prestasi, pengabdian, dan lain-lain.

“Penerima beasiswa bukan hanya mencari  mahasiswa pintar di kelas, tetapi aktivis yang cinta tanah air, religius hobi mengaji, pandai bergaul di masyarakat. Buatlah rekam jejak itu sedikit demi sedikit sehingga menjadi CV hebat,” jelas Atus.

Sementara itu, Ketua FORSMI Abdul Sodiq menerangkan bahwa penyelenggaraan acara rutin bulanan ini bertujuan untuk memberikan wawasan luas dan motivasi oleh tokoh-tokoh berpengalaman kepada generasi penerus, khususnya anggota FORSMI se-Indonesia. Setali tiga uang, para peserta yang hadir merespon sangat baik acara ini, seperti: Diandra Sekar Ayu dan Laras Intan Sukma Katma mengakui terinspirasi. Bertahun silam Diandra Sekar pernah menyerah akan mimpi-mimpinya karena merasa minder dan mustahil mewujudkannya. Kini kembali bersemangat karena terpanggil kembali, motivasinya tergali lagi. “Terima kasih Pak yang telah menjadi perantara kebermanfaatan bagi saya dan teman seperjuangan lainnya. Hari ini menjadi koreksian sangat untuk saya sendiri. To do list yang harus saya kerjakan sudah dijabarkan. Tinggal melanjutkan langkah untuk mengusahakan itu kembali,” ungkap Diandra Sekar dari PPM Sulthon Aulia Jakarta Timur.  “90 menit yang begitu menginspirasi,” tulis akun @larasintansk. Semoga berbagai acara FORSMI terus menginspirasi para mahasiswa untuk menyambut masa depan yang lebih baik dengan alim, faqih, berakhlak baik, dan mandiri.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 comments

  1. semoga bisa berjumpa kembali dengan Bapak Atus dilain kesempatan dan dalam keadaan baik😊 Semoga Allah memberikan kesehatan, rezeki yang lancar dan barokah untuk Bapak Atus, dan keluarga. Aamiin 😊