jogjakeren.com – Penyebaran virus corona di Indonesia masih menunjukkan peningkatan dalam dua bulan terakhir, tentu menyebabkan terhambatnya progress di berbagai aspek, termasuk pendidikan dan ekonomi.
Pendidikan, saat ini peserta didik diharuskan untuk belajar mandiri di masa pandemi. Keadaan tersebut membuat kebanyakan sekolah memindahkan kegiatan belajar-mengajar di rumah peserta didik masing-masing dengan sistem dalam jaringan atau online.
Di masa pandemi saat ini bukan berarti kamu bisa bersantai-santai di rumah belajar, tetapi justru jadikanlah masa pandemi saat ini menjadi ajang bagi kamu untuk melatih kemandirian dan tetap giat untuk mengejar setiap materi pembelajaran yang diberikan. Nah, berikut ini salah satu wujud mandiri remaja LDII di masa pandemi.
Meskipun Berwirausaha, Belajar Tetap Menjadi Prioritas
Remaja Masjid Baitul Muttaqin binaan Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Turi, Sleman membuat usaha mandiri yaitu Bakso GC. Usaha ini dirintis sejak akhir bulan Mei 2020 dan sudah bisa mendapatkan laba yang cukup besar.
Dibalik keberhasilan usaha ini tentu tak luput dari peran remaja LDII yang selalu semangat, pantang menyerah, berani mencoba, selalu rukun dan saling bekerjasama. Usaha ini dilaksanakan lima hari dalam sepekan. Mengingat para remaja memiliki kewajiban sebagai seorang siswa yaitu untuk tetap belajar, remaja LDII justru tidak menjadikannya sebagai penghalang.
Di sela-sela berwirausaha, belajar tentu tetap menjadi prioritas utama. Hal ini terlihat ketika sedang tidak ada pembeli, maka waktu itu dijadikan remaja LDII untuk belajar.
Berpenghasilan Tapi Juga Berilmu
Usaha Bakso GC dilaksanakan untuk melatih kemadirian remaja LDII di masa pandemi. Dengan hasil laba yang di peroleh, hasil itu sebagian dimasukkan untuk uang kas remaja masjid, serta bagi hasil. Dari usaha tersebut tentu menjadi ajang remaja LDII untuk melatih kemadirian.
Tak disangka, dari hasil usaha itu menjadi subsidi para remaja LDII untuk ikut andil dalam membeli hewan kurban dan sebagian lain disisihkan untuk membeli paketan data sebagai penunjang pembelajaran daring.
Dari kegiatan remaja LDII tersebut, dapat diambil hikmah bahwa ilmu pengetahuan itu tidak hanya didapat di kelas. Ilmu juga bisa didapat dari pengalaman hidup atau dari pembelajaran mandiri terutama di masa pandemi.
Tips Mengatur Waktu Bagi Remaja Wirausaha
1. Harus bisa membagi waktu dengan sebaik-baiknya.
2. Belajar tetap menjadi prioritas utama.
3. Kerjakan tugas sekolah segera hingga selesai.
4. Apabila memilih usaha yang banyak menyita waktu, maka kurangi jam-jam santai seperti jam menonton televisi.
5. Gunakan waktu untuk istirahat dengan optimal.





