Menuju Kampung Lestari, Sangurejo Kembangkan Budidaya Maggot untuk Pengelolaan Sampah Organik

budidaya-maggot-sangurejo bertujuan selamatkan-bumi (dok lines)
Budidaya maggot sangurejo bertujuan selamatkan bumi (dok lines)

Sleman, Jogjakeren.com – Sangurejo, salah satu padukuhan yang bergerak menuju Program Kampung Iklim (ProKlim) Lestari, mengembangkan budidaya maggot sebagai solusi untuk pengelolaan sampah organik. Melalui proses pengembangbiakan maggot, padukuhan yang terletak di Desa Wonokerto, Kapanewon Turi ini tidak hanya mengurangi limbah organik, tetapi juga menciptakan pakan alternatif bagi ternak.

Maggot, yang merupakan larva dari lalat Black Soldier Fly (BSF), dikembangbiakkan melalui media sampah organik. Proses ini dimulai dengan menempatkan telur lalat BSF pada tumpukan sampah sisa makanan dan sayuran, di mana larva akan tumbuh dan memakan sisa organik tersebut. Dalam waktu dua minggu, maggot dapat dipanen dan digunakan sebagai pakan ternak kaya protein.

Arif, salah satu perintis budidaya maggot di Sangurejo mengungkapkan bahwa produknya saat ini dimanfaatkan oleh para peternak ayam dan lele. “Untuk saat ini, kami baru bisa memenuhi kebutuhan pakan ayam dan lele di Sangurejo. Juga para pemancing untuk umpan, ” ungkap Arif.

Read More

Manfaat pengelolaan maggot tidak hanya membantu mengurangi volume sampah organik secara signifikan, tetapi juga menyediakan pakan ternak yang murah dan ramah lingkungan. Maggot yang dipanen dapat digunakan untuk pakan ayam, ikan, dan unggas, serta menawarkan nilai ekonomi bagi masyarakat desa. Selain itu, sisa hasil budidaya maggot dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman. “Keuntungan budidaya maggot saat ini mungkin belum seberapa. Tetapi kami tetap berbangga, karena tujuan kami adalah ambil bagian dalam menyelamatkan bumi, ” pungkas Arif.

budidaya-maggot-sangurejo-dok lines
Budidaya Maggot di Sangurejo (dok lines)

Arif dengan maggot-nya merupakan bagian dari Deklarasi dan Training of Trainer (ToT) Menuju Program Kampung Iklim (ProKlim) Lestari yang dipusatkan di Desa Wisata Sangurejo, Wonokerto, Turi, Sleman, pada Senin (16/9/2024) yang dihelat DPP LDII melalui Departemen Litbang, Iptek, Sumberdaya Alam, dan Lingkungan Hidup (LISDAL). Deklarasi dan TOT ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2024. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bertindak sebagai pelaksana kegiatan.

Melalui pengembangbiakan maggot, masyarakat tidak hanya berkontribusi dalam pengelolaan limbah yang berkelanjutan, tetapi juga mendapatkan manfaat ekonomi yang signifikan. Maggot adalah solusi praktis dan berkelanjutan untuk menghadapi tantangan lingkungan dan kebutuhan pakan ternak. Maggot menjadi salah satu langkah penting menuju Kampung Lestari yang berkelanjutan dan mandiri.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *