Bekerja Sama dengan BSI, Upaya Memperkuat dan Mengembangkan Usaha Warga LDII

Sosialisasi Bank Syariah Indonesia kepada warga LDII Jawa Tengah-DIY secara daring, Rabu (1/6/2022).

Jogjakeren.com – Pengembangan ekonomi syariah menjadi sebuah prioritas LDII dan merupakan salah satu pengabdian LDII untuk Indonesia. Dalam mengatasi krisis ekonomi, LDII membentuk Usaha Bersama (UB) oleh kelompok-kelompok majelis taklim untuk membantu ekonomi warga. Bahkan di tahun 2000-an telah mengembangkan koperasi simpan pinjam dan pembiayaan syariah melalui Baitul Maal wa Tamwil (BMT). Hal ini dijelaskan oleh Ketua DPP LDII Bidang Ekonomi Syariah dan Pemberdayaan Masyarakat, Dr. H. Ardito Bhinandi, S.E., M.Si. dalam Sosialisasi Kerjasama Bank Syariah Indonesia, Rabu (1/6/2022).

“Kami juga mengembangkan platform social entrepeneur untuk bertukar infomasi dan komunikasi usaha-usaha di lingkungan LDII,” tambah Ardito.

Read More

Dengan kehadiran BSI ini, Ardito menuturkan bahwa BSI membawa harapan untuk LDII bisa bershodaqoh melalui rekening berbasis masjid. Dengan begitu, UB dan BMT mempunyai kesemangatan dalam mengembangkan usahanya yang sempat melemah karena pandemi Covid-19.

“Kami telah sepakat dengan BSI bahwa evaluasi, koordinasi, dan monitoring diadakan setiap 3 bulan sekali,” tambah Ardito.

Imam Hidayat Sunarto, CEO Region VII Semarang PT BSI, Tbk. mengutarakan bahwa BSI dan LDII telah melakukan penandatanganan MoU di Jakarta dalam rangka pengembangan ekosistem ekonomi syariah di LDII, Kamis (17/2/2022). Adapun sektor bisnis yang bisa dikerjasamakan meliputi rekening, digitalisasi masjid, BSI smart agent, sahur bersama LDII, haji dan umrah di komunitas, dan pembiayaan konsumer mikro maupun komersial serta usaha-usaha LDII.

“MoU harus secara efektif berjalan di lapangan, sehingga harus ada monitoring evaluasi secara berkala. BSI memiliki produk unggul yaitu BSI mobile, dengan slogan menjadi sahabat finansial, spiritual dan sosial,” tutur Imam.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.