Orientasi Internal dan Silaturahim Sakonas: Mewujudkan Generasi yang Berkarakter, Terampil, dan Kecakapan Hidup

SAKO SPN Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan Orientasi Internal dan Silaturahmi secara daring, Rabu (1/6/2022).

Jogjakeren.com – Satuan Komunitas Pramuka Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) tingkat nasional menyelenggarakan Orientasi Internal dan Silaturahim Syawal 1443 H bersama Sako SPN tingkat daerah, Rabu (1/6/2022). Ir. H. Adityo Handoko, M.M., Ketua Departemen Pemuda, Kepanduan, Olahraga, dan Seni Budaya (PKOSB) DPP LDII menuturkan bahwa pembinaan kepramukaan generasi LDII terbagi menjadi beberapa jenjang yang berbeda.

Setiap jenjang memiliki porsi pembinaannya masing-masing. Meninjau hal tersebut, para pembina diharapkan dapat merencanakan kegiatan yang tepat untuk setiap jenjang dan tidak mencampuradukan agar tidak salah sasaran.

“Sako SPN bukanlah satu-satunya media pembinaan generasi penerus LDII, masih ada beberapa media lainnya. Dengan demikian, Sako SPN tetap harus bisa berkaloborasi untuk menjadikan generasi yang berkarakter 6 thobiat luhur dan alim-faqih,” kata Adityo.

Read More

Herlan Maulana Muhammad, S.Sos., M.Si, CHRMP., Ketua Pimpinan Sako Nasional (Pinsakonas) memaparkan tentang revalitalisasi satuan komunitas. Terdapat tiga revitalisasi dalam mewujudkan satuan komunitas yang mempunyai pendidikan berbasis karakter, keterampilan dan kecakapan hidup, antara lain:

  1. Lifeskill

Keterampilan hidup yang dikembangkan dalam pendidikan Sako, agar peserta didik memiliki kemampuan untuk berperilaku adaptif, positif, dan responsif dalam memenuhi kebutuhan serta menghadapi tantangan dalam kehidupan sehari-hari dengan efektif.

  1. Softskill

Keterampilan yang dikembangkan agar seorang anggota Sako memliki kemampuan di dalam bekerja sama dengan orang lain (interpersonal skills) serta kemampuan mengatur dirinya sendiri (intrapersonal skills dan integritas) dalam mengembangkan kompetensi yang telah dimiliki secara optimal, produktif, inovatif dan marketable.

  1. Hardskill

Peningkatan kemampuan anggota Sako dalam penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan teknis yang telah dipelajarinya untuk mengembangkan job creation, profesi dan bidang kerja yang diinginkan serta pengembangan program volunteer secara profesional.

Herlan menyebutkan kecekapan pramuka terdiri dari belajar, bergerak, dan bermakna. Yang dimaksudkan bermakna yaitu pembina dapat mewujudkan kegiatan yang menyentuh rasa. “Kecakapan pramuka menjadi rujukan perilaku untuk menjadi bermakna dengan pendidikan karakter 6 thobiat luhur dan alim-faqih. Learning to live together (belajar untuk hidup bersama),” kata Herlan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *