Belajar Mandiri, Generus Tengklik PC LDII Nglipar Tanam Sayuran

  • Whatsapp
LDII Tengklik
Generus PAC Tengklik Panen Kangkung

Jogjakeren – Melatih dan mengajarkan kemandirian pada anak mulai sejak dini itu sangat diperlukan. Karena setiap orangtua memiliki impian anak-anaknya tumbuh menjadi anak yang mandiri dan cerdas. Apalagi anak-anak kelak akan menghadapi persaingan yang makin berat di dunia kerja.

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mempunyai program tri sukses dalam pembinaan generasi penerus dari usia dini hingga remaja. Salah satu suksesnya adalah generus bisa mandiri dalam kehidupannya. Hal ini seperti yang dilakukan oleh remaja PC LDII Nglipar, tepatnya di PAC LDII Tengklik. Untuk melatih kemandiriannya, mereka dibina melalui kegiatan menanam sayuran seperti kangkung dan timun.

Read More

Kemandirian Generus

Kegiatan kemandirian ini sudah dijalankan beberapa tahun terakhir. Sebelum terjun ke dunia pertanian, mereka dibekali ilmu terlebih dahulu oleh salah satu pembina generus PAC Tengklik, di antaranya mereka diberi tutorial pemilihan benih, penanaman, perawatan, pemanenan, bahkan sampai penjualan.

Proses Penanaman Sayuran Kangkung Oleh Generus LDII
Proses Penanaman Sayuran Kangkung Oleh Generus LDII

Generus memanfaatkan ladang warga yang kosong untuk menanam sayuran. Mereka menanam dan merawat sayuran bersama-sama. Setelah panen hasil sayuran dijual di sekitar lingkungan rumah generus. Adapun hasil penjualan akan dijadikan modal untuk pembelian benih tanaman dan sisanya akan dimasukkan kas.

Selain mencetak generasi yang mandiri, kegiatan ini dapat menambah kerukunan dan kekompakan antar generus serta rasa tanggungjawab. Dalam kegiatan menanam ini generus diberi tanggungjawab menyirami tanaman dan membersihkan rumput disekitar sesuai jadwal yang telah disepakati.

Kegiatan kemandirian ini diikuti oleh  26 remaja. Marsih salah satu remaja yang mengikuti kegitan ini mengatakan “Kegiatan kemandirian ini sangat baik dan harus dilanjutkan, karena yang tadinya kita tidak tahu cara bercocok tanam setelah mengikuti kegiatan ini kita mengetahui bagaimana bertanam yang benar”. “Yang mana bertani merupakan mayoritas pencaharian orang tua kita. Selain itu kegiatan ini bisa menjadikan remaja mandiri, kreatif dan melatih rasa tanggungjawab, ungkapnya.

Subandi selaku pembina PAC Tengklik mengatakan “Kami melatih generasi bercocok tanam agar mereka mandiri dan bisa memanfaatkan ladang di sekitar untuk dijadikan uang”. Harapannya mereka terus semangat dan terus belajar jangan pernah merasa puas. “Dan kami selaku pembina akan mengajarkan mereka menanam tanaman yang lain seperti buah-buahan dan palawija,” ucapnya.

Semoga kegiatan kemandirian ini dapat menginspirasi generus yang lain agar selalu kreatif, inovatif dan terus berkarya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *