Jogjakeren – Untuk jalin komunikasi perkokoh ukhuwah, Pengurus Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Gunungkidul berkunjung ke kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul, Kamis (17/9/2020).
Kunjungan kali ini diterima langsung oleh Kepala Kemenag Kabupaten Gunungkidul H. Arief Gunadi, S.Ag., M.Pd.I. di dampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Drs. H. Muh Yusuf, MA di ruang kerjanya.
Ketua DPD LDII Kabupaten Gunungkidul H. Nurasid, S.H. sebelum berbincang lebih lanjut mewakili organisasi, mengucapkan “Selamat atas pelantikannya sebagai Kepala Kemenag Gunungkidul”.
“Kami sebagai bagian dari masyarakat Gunungkidul terlebih khusus secara keormasan senantiasa siap untuk diajak komunikasi kerjasama bersinergi dan membangun ukhuwah bersama Kementerian Agama,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, ketua DPD LDII Gunungkidul juga menyampaikan hasil Rapimnas LDII yang dilaksanakan pada tanggal 19-20 Agustus 2020 di Jakarta. “Hasil Rapimnas kita sampaikan kepada Kemenag Gunungkidul untuk dapat dijadikan referensi dan mudah-mudahan bisa memberikan warna di tengah-tengah masyarakat menghadapi pandemi,” ungkapnya.
Harapan Kemenag kepada LDII
Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Gunungkidul mengapresiasi kepada organisasi LDII atas beberapa langkah-langkah organisasi baik ditingkat pusat dan daerah. “Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua dan untuk kemlasahatan umat,” ujarnya.
Kita sama-sama pahami bahwa Kemenag Kabupaten Gunungkidul merupakan induk dari berbagai organisasi sosial keagamaan bukan saja dari sosial keagamaan Islam. Tetapi juga dari berbagai agama, karena memang Kemenag baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun ditingkat pusat sebenarnya adalah instrumen birokrasi yang merupakan tangan kanannya Presiden, siapapun presidennya yang sedang memegang amanah untuk memimpin negara.
Disamping itu, Kemenag Kabupaten Gunungkidul berharap kepada LDII untuk terus dapat membangun komunikasi dan bersinergi dengan siapapun baik dengan Kemenag, NU, Muhammdiyah, dan MTA. Di dalamnya ada MUI yang mewadahi kita semua, diharapkan semua itu harus tetap satu plafon.
LDII juga menjadi salah satu instrument penting di Kemenag yakni sebagai sebuah organisasi sosial keagamaan yang besar di Gunungkidul maupun di Republik Indonesia. “Agar kiranya bisa tetap memberikan dukungan hal-hal yang berkaitan dengan program-program Kemenag secara khusus maupun pemerintah secara umum,” pungkasnya.





