Belajar Tentang Ketulusan dari Kapolres Kulon Progo

  • Whatsapp
Kapolres Kulon Progo saat Memberikan Paparan Silaturrahim Keormasan (Gambar : Lines)
Kapolres Kulon Progo saat Memberikan Paparan Silaturrahim Keormasan (Gambar : Lines)

Jogjakeren – Pembawaan Kapolres Kulon Progo kalem, nada bicaranya tegas dan berwibawa, dengan sorot mata yang tajam, namun tetap memberikan keteduhan. Ketika Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan kegiatan silaturrahmi bersama Kapolres, tidak menyangka ternyata banyak hal yang dapat dipelajari dari sosoknya, Jumat (30/4/2021).

Bagaimana arti ketulusan dan keikhlasan, baik dalam memberikan sesuatu maupun dalam pengabdian. Juga tentang tingkat tawakal yang tinggi kepada Allah Yang Maha Kuasa, maka Dia-lah yang kelak akan mengatur segalanya yang terbaik untuk kita.

Bacaan Lainnya

Rangkaian acara diawali dengan salat isya dan tarawih secara berjamaah di Masjid Al Iman. Masjid tersebut terletak di Kompleks DPD LDII, Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah tarawih, kegiatan dilanjutkan di aula lantai 2 Gedung DPD yang berfungsi sebagai Studio 1.

Tangkapan layar studio mini PC dan PAC LDII (Gambar : Lines)
Tangkapan layar studio mini PC dan PAC LDII (Gambar : Lines)

Melalui zoom, acara dipancarkan ke 12 studio Pimpinan Cabang (PC) dan 20 studio Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII se-Kulon Progo secara virtual. Kapolres juga menyampaikan bantuan dan cendera mata yang diterima langsung oleh Ketua DPD LDII Kulon Progo H. Pandaya, S.Pd., M.Pd.

Turut hadir dalam acara tersebut Kasat Bimas Cherly Prayudati dan Kapolsek Wates Kompol Munarsih Retnowati, S.H. Hadir sebagai undangan Kepala Satpol PP Drs. Sumiran, Pj Lurah Giripeni Parmin, S.E., beserta Babinsa dan Babinkamtibmas.

Dalam sambutannya, Ketua DPD LDII H. Pandaya S.Pd., M.Pd menyampaikan pentingnya sinergi LDII dengan aparat kepolisian dalam rangka menciptakan keamanan dan ketertiban. Keamanan serta ketertiban bukan menjadi tanggung jawab aparat saja, namun perlu peran serta seluruh komponen masyarakat di dalamnya, termasuk LDII.

“Kami mendukung penuh segala upaya dari pemerintah, dalam hal ini bersama Polres Kulon Progo. Kita semua berharap segala kegiatan masyarakat dan pembangunan di Kulon Progo dapat berjalan dengan lancar,” kata Pandaya.

Arti Ketulusan bagi Kapolres Kulon Progo

Pada sesi bersama AKBP K.R.A.T. H. Tartono, S.H., M.B.A, ia menghendaki acara ini sebagai ajang silaturrahmi dan sharing. Diharapkan ada komunikasi dua arah yang positif, sehingga bisa mendapatkan berbagai masukan yang bermanfaat. Pada sesi tanya jawab, Ketua PC LDII Lendah Ngatimin mengajukan pertanyaan singkat. Ia hanya ingin kenal dengan Kapolres dengan singkatan K.R.A.T. pada namanya. Namun ternyata di balik K.R.A.T. tersebut menyimpan kisah yang panjang dan bisa kita ambil hikmah di dalamnya.

Dengan pengabdian yang tulus selama bertahun-tahun, ditambah tawakal kepada Allah SWT. Juga senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya, Tartono tidak mengira jika akan mendapatkan gelar K.R.A.T. Gelar tersebut merupakan singkatan dari Kanjeng Raden Aryo Tumenggung dari Keraton Surakarta atas dedikasi dan kebermanfaatan seseorang bagi masyarakat di sekitarnya.

Semua kisah hidupnya akan dibukukan menjadi biografi setebal lebih dari 600 halaman yang akan segera terbit. Dengan segala kerendahan hati, Tartono menyampaikan bahwa yang banyak berkisah dalam buku tersebut adalah orang-orang di sekitarnya. “Saya sebelumnya tidak faham K.R.A.T itu apa, dan tidak berharap mendapatkannya. Hanya bekerja dan mengabdi dengan tulus, memberikan manfaat untuk orang di sekitar kita,” kata Tartono.

Kapolres Kulon Progo Bangga dengan LDII

Ketika dimintai kesan dan harapan tentang LDII, Tartono menyampaikan kebanggaannya terhadap LDII. ”LDII adalah lembaga yang sangat kita banggakan, karena kontribusi pada masyarakat. Generasi muda harus memahami ormas yang bermanfaat. Ormas harus saling membantu dan melengkapi. Jangan saling bersaing, menjadi kompetitor. Mana yang belum ada dilengkapi supaya ada, mana yang belum bisa, kita ajari,” papar Tartono.

Lebih lanjut, Tartono berharap agar masyarakat Kulon Progo memberi keteladanan kepada generasi muda sehingga tumbuh ormas-ormas yang mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *