Bentuk Karakter Melalui Pramuka, Sako SPN DIY Gelar Peningkatan Kapasitas Pembina

Sako SPN DIY
Sako SPN DIY menggelar peningkatan kapasitas pembina pramuka di kompleks Ponpes Nur Aisyah, Pulokadang, Jetis, Bantul, Sabtu (17/2/2024).

Bantul, jogjakeren.com – Sinergi dan keselarasan merupakan kunci terlaksananya organisasi yang berkualitas. Merujuk hal tersebut, Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) DIY mengadakan peningkatan kapasitas pembina pramuka. Kegiatan ini dilaksanakan di Kompleks Pondok Pesantren Nur Aisyah, Pulokadang, Jetis, Bantul, pada Sabtu (17/2/2024).

Kegiatan peningkatan kapasitas pembina pramuka ini terdiri dari materi mengenai pengenalan Sako, perannya dalam organisasi dan kurikulum Penggerak Pembina Generus (PPG) yang diterapkan bagi generus LDII, diskusi tanya jawab, dan simulasi materi. Selain itu dihadirkan juga beberapa pemateri dari Sakonas SPN, yaitu Kak Sumantri dan Kak Diki, serta pemateri dari tingkat Sakoda, yaitu Kak Fakih dan Kak Ali.

Ketua Sakoda DIY, Kak Sarjita menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mensinkronkan kurikulum PPG dengan kegiatan Sako yang berbasis masjid di bawah naungan LDII ini. “Sako ini sebagai pendukung terlaksananya kurikulum PPG menggunakan metode pramuka yang menyenangkan,” katanya.

Bacaan Lainnya

Pemateri pertama, yaitu Kak Diki menjelaskan tentang perjalanan Sako di dalam LDII serta strategi kelancaran pelaksanaan Sako di setiap Sakocab dan Sakoda. “Pramuka ini sebagai tools mempercepat pencapaian tri sukses, juga 29 karakter bagi generasi penerus LDII,” ujarnya. Pemateri kedua, yaitu Kak Mantri menyampaikan bahwa Sako SPN juga berperan penting sebagai wadah pembinaan generasi muda yang berwawasan kebangsaan. Kak Mantri menyebutkan bahwa terdapat kesinambungan antara Dasa Dharma pramuka dengan 6 Thobiat Luhur dalam LDII.

Salah satu peserta, Kak Yoga, menyampaikan terdapat salah satu pesan Kak Mantri yang paling diingat, yaitu “Ketika ada generus caberawit yang bandel ya jangan dimarahi, ketika ada yang berbuat kesalahan supaya dinasehati dengan cara merendahkan badan sama rata, dan dinasehati dengan nada yang lembut, intinya seorang pembina harus bisa menempatkan diri dengan siapa yang sedang dipandu,” jelasnya.

Para peserta sangat antusias selama mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas ini. Banyak dari peserta yang juga menceritakan kondisi gugus di wilayahnya masing-masing dan bertanya kepada pemateri terkait solusinya. Kemudian pada akhir sesi simulasi materi, para peserta bersama-sama mempraktekkan pramuka yang menyenangkan dengan ice breaking, serta games teka-teki menggunakan sandi morse melalui kelompok-kelompok kecil.

Para peserta merasa kegiatan ini sangat bermanfaat dan berharap kegiatan peningkatan kapasitas pembina ini dapat berkelanjutan sehingga dapat memotivasi para pembina dan supaya pramuka bisa lebih aktif lagi dalam PPG. Selain itu, salah satu peserta berharap supaya kedepannya para generus yang masih muda-muda juga berperan aktif dalam kegiatan Sako ini.

Kak Diki juga berpesan supaya para pembina pramuka terus bersemangat dalam membimbing para generasi muda menuju masa depan yang lebih cerah. “Para generasi penerus itu perlu diperhatikan dan dibina, harapannya melalui pramuka inilah karakter-karakter baik mereka itu bisa tercapai,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *