Jogjakeren.com – Menyusul segera berakhirnya masa bakti kepengurusan sebelumnya, pada 12 Desember 2021, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sleman melangsungkan Musyawarah Daerah (Musda) VII DPD LDII Kabupaten Sleman, pada Minggu (5/12/2021).
Musda merupakan amanat 5 tahunan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang juga sebagai sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya. “Selain itu, (Musda) memberi ruang terhadap dinamika organisasi, regenerasi, maupun penyegaran kepengurusan,” ujar Anji Sujiman, Ketua DPD LDII Kab. Sleman periode 2006-2021.
Sebuah organisasi yang sehat dapat dibuktikan dengan berjalannya proses regenerasi atau pergantian kepengurusan. Rapat paripurna Musda VII memutuskan secara aklamasi mengangkat Suwarjo, S.IP., M.Si., untuk menggantikan seniornya, H. Anji Sujiman, S.H., M.M., sebagai Ketua DPD LDII Kabupaten Sleman.
Dalam sambutannya, Suwarjo menegaskan bahwa ia akan berusaha menjalankan amanah dengan penuh tanggungjawab. Tentu, dengan tetap menjaga komunikasi antar pengurus, sesepuh, dan dewan penasihat organisasi. “Semoga kami mampu menjalankannya dengan baik. Kami berharap komitmen Bapak/Ibu tidak hanya sebatas memilih saya, namun bersama-sama berjuang dan mewujudkan cita-cita organisasi,” ujar Suwajo yang juga pernah menjadi Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Widya Mataram (UWM), Yogyakarta.
Suwarjo juga menekankan pentingnya peran dan kontribusi LDII di tengah masyarakat. LDII harus memiliki harmonisasi dengan instansi pemerintahan di tingkatan masing-masing. “Agar kontribusi nyata LDII dirasakan di wilayah Kabupaten Sleman, diperlukan sinergitas program-program untuk dikerjasamakan dengan instansi pemerintahan, instansi kepolisian, instansi militer, swasta, maupun ormas lainnya,” imbuhnya.
Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., menitipkan beberapa pesan kepada kepengurusan baru DPD LDII Kabupaten Sleman. “Saya senang yang terpilih adalah Mas Warjo, yang juga pernah menjadi Dekan Fisipol. Kita adalah Dewan Pimpinan baik Wilayah maupun Daerah. Ini artinya kepemimpinan dijalankan dengan kolektif kolegial,” ujar Atus mengawali pesannya.
Atus juga menjelaskan, agar kepemimpinan kolektif kolegial bisa berjalan dengan baik, maka diperlukan kepemimpinan yang kuat. Teamwork juga harus dimunculkan untuk mencapai ‘the dream team‘. Semua pengurus harus mampu bekerjasama, menjaga koordinasi, dan mengedepankan komunukasi.





