
Jogjakeren.com – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bersama warga Yogyakarta sejak Jumat, 31 Juli 2020 hingga Senin, 3 Agustus 2020 merayakan Hari Raya Kurban 1441 H. Hewan kurban yang berhasil dihimpun dari majelis taklim binaan LDII se-DIY sebanyak 501 sapi dan 783 kambing. Secara ekonomi jumlah ini senilai hampir Rp 12 miliar dengan perkiraan harga rata-rata seekor sapi Rp 20 juta dan kambing Rp 2,5 juta. Kontribusi LDII DIY baru sekitar 3% dari total hewan kurban nasional yang mencapai Rp 464 miliar atau sejumlah 20.848 sapi, 18.556 kambing, dan 20 kerbau.
LDII DIY Kurban Rp 12 M, Nasional Rp 464 M
Selain menyembelih, LDII menjadikan momentum Hari Raya Kurban sebagai sarana untuk bersilaturahim dan menjalin komunikasi. Seperti yang dilakukan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Desa Purwomartani. Pertemuan dipusatkan di Lantai 2 Masjid Al Fatah Pundungrejo, 31 Juli 2020. Hadir Lurah Desa Purwomartani periode 2015-2020 H. Semiono, Kepala Dukuh Kadirojo I dan Kadirojo II, beberapa Ketua RW dan Ketua RT. Tak ketinggalan pula Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Kamtibmas) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) se-Kecamatan Kalasan. Bertindak selaku tuan rumah adalah Ketua PAC LDII Purwomartani, H. Sunarto yang menyambut para tamu bersama Ketua Pimpinan Cabang (PC) LDII Kalasan, H. Suradiyanto.

Mengingat kurban tahun ini diselenggarakan dalam masa pandemi COVID-19, segala sesuatunya dilaksanakan mengikuti standar protokol kesehatan. Pada saat hadir, semua peserta dicek suhu tubuhnya dan diberikan handsanitizer. Faceshield pun dibagikan kepada semua peserta, sehingga senantiasa dipakai selama acara berlangsung. Peserta berjarak 1 meter dengan hidangan minum dan buah masing-masing terpisah.
“Acara tahun ini bersamaan dengan pandemi COVID-19. Untuk itu, segala sesuatu disesuaikan dengan protokol kesehatan. Duduknya berjauhan dan memakai helm (faceshied),” jelas H. Sunarto dalam sambutan pembukaan.
Sementara itu, Masngudi, mewakili Bhabinkamtibmas dan Babinsa se-Kecamatan Kalasan, mengutarakan kegembiraannya. LDII kini semakin maju dan makmur. Muda mudi LDII banyak yang terlibat dalam pelaksanaan kurban dan tampak rukun kompak.
“Apa yang menjadi kegiatan dalam keluarga besar LDII bisa mendekatkan kami dan memupuk rasa persatuan dan kesatuan antara warga dan pemerintah. LDII nampak semakin makmur dan maju. Semoga ke depan dapat menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya,” ungkap Masngudi.

Beberapa peserta mengakui baru pertama kali memakai faceshield. Terlihat canggung dan belum terbiasa.
“Yang sudah terlaksana ini bagus dan agar dipertahankan terus. Bila keluar rumah supaya mengikuti aturan protokol kesehatan dan tetap waspada masalah kamtibmas,” pungkas Masngudi.
Dengan demikian, Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) semakin dapat dipahami oleh warga masyarakat dan dilaksanakan secara disiplin.





