Cegah Covid-19, Satgas Covid LDII Turi Terima Pengarahan dari Puskesmas Turi

  • Whatsapp
dr. Hendra menyampaikan materi via zoom

Jogjakeren – Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Turi menerima pengarahan dari Puskesmas Turi mengenai pencegahan dan penanganan Covid-19. Pengarahan dilaksanakan di Masjid Al Falah Garongan dengan pemateri utama dari Puskesmas Turi yang terhubung melalui aplikasi zoom, Minggu (21/2/2021).

Kegiatan diawali dengan sambutan dari ketua PC LDII Turi Salib Nursalam S.Pdi., dilanjutkan pengarahan dari Puskesmas Turi yang disampaikan oleh dr. Hendra. Dalam pemaparannya, dr. Hendra memberikan penjelasan umum tentang Covid-19, bagaimana cara mencegah Covid-19, dan apa yang harus dilakukan ketika terpapar (mencegah agar tidak terpapar, jika sudah terpapar agar tidak menyebar).

Bacaan Lainnya

Pengarahan covid-16
Peserta pengarahan Covid-19 dari Puskesmas Turi dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan.

Ia mengawali dengan menjelaskan asal mula kasus Covid-19 dan perkembangan kasus Covid-19 secara global hingga ke lingkup Kecamatan Turi. Berdasarkan data per 16 Februari 2021, sebanyak 27 kasus Covid-19 terkonfirmasi dengan 24 kasus aktif di Kecamatan Turi.

“Proses penyebaran virus dan gejala umum Covid-19 yang dialami seperti demam, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan sesak napas. Untuk menghindari hal tersebut kita harus menjaga kebersihan diri dan lingkungan, memakai masker, juga istirahat di rumah jika sakit,” papar dr. Hendra.

Ia menambahkan, apabila dinyatakan Covid-19 apa yang harus dilakukan?
1. Melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 setempat
2. Melakukan karantina mandiri sambil menunggu tindak lanjut dari puskesmas
3. Melakukan kontak dengan petugas puskesmas untuk menentukan tindak lanjut, apakah bisa isolasi mandiri/memerlukan rujukan
4. Isolasi mandiri dilakukan selam 14 hari dari dilakukan pemeriksaan swab

“Dari penjelasan tersebut, diharapkan masyarakat umum menjadi lebih teredukasi dan tahu apa yang harus dilakukan untuk mencegah penularan dan menghentikan penularan jika dirinya terpapar Covid-19. Dengan demikian, mata rantai penyebaran Covid-19 akan terputus dan kegiatan-kegiatan sosial ekonomi dapat segera berjalan normal,” pungkas dr. Hendra.

Pengarahan covid-19
Salah satu materi pengarahan pencegahan Covid-19

Tomon Hariowirosobo selaku Lurah Wonokerto, mengajak seluruh warga wonokerto khususnya seluruh warga LDII untuk bersatu padu menanggulangi Covid-19. “Jangan saling merasa acuh tak acuh terhadap Covid-19,” tegasnya.

Tidak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada PC LDII Turi yang sudah mengadakan pengarahan, pencegahan untuk bersama-sama menanggulangi Covid-19 dengan adanya gerakan LDII peduli.

“Pengarahan dari puskesmas ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan kami tentang penanganan Covid-19. Saya harap kegiatan seperti ini dapat menjangkau lebih banyak orang, sehingga masyarakat lebih teredukasi,” ungkap Ida salah satu peserta pengarahan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *