Sleman, jogjakeren.com – Di era disrupsi, apa-apa serba instan termasuk dalam menyediakan menu masakan di rumah. Semua dapat dilakukan dengan mudah dengan klik aplikasi untuk layanan pesan antar makanan. Namun MDT Al Fattah tidak menyerah dengan keadaan. Bagaimanapun keterampilan memasak adalah ketrampilan yang sangat penting untuk dikuasai. Karena dengan memasak sendiri setidaknya makanan yang disajikan bisa terjamin kebersihan dan keamanan dari zat-zat adiktif seperti micin, pewarna, pemanis buatan dan lain-lain serta bisa menghemat anggaran.
Oleh karena itu, MDT Al Fattah Ummu Dani Salamah berkomitmen memasukkan target kemandirian memasak dalam kurikulum Jumat Terpadunya. Dikemas dengan kegiatan “Cooking Class” yang merupakan debut ketiga MDT Al Fattah Masjid Ummu Dani Salamah Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Jumat (8/9/2023).
Kali ini para santri memasak menu berbahan sayuran yakni sayur lodeh. Cooking class pada tahap sebelumnya menghadirkan menu ikan supaya santri gemar makan ikan sejak dini dan telah terlaksana dengan sukses. Kali ini cooking class bertujuan agar santri gemar makan sayur sejak dini.
Dipilih sayur lodeh karena komposisi sayurannya yang bervariasi mulai dari kacang panjang, wortel, labu siam, petai dan kluwih. Tentu jenis sayuran ini mengandung banyak gizi. Selain itu menu sayur lodeh termasuk kategori sayur ndeso yang saat ini kebanyakan anak-anak tak mengenalnya bahkan tak menyukainya. Padahal kelezatannya tak kalah dengan menu sayur western seperti salad. Di samping itu juga untuk mengenalkan khasanah dan cita rasa sayur mayur khas Indonesia khususnya masakan jawa.

Cooking class diikuti oleh seluruh jenjang kelas awwaliyah yaitu mulai dari PAUD sampai dengan kelas 6 SD. Cooking class dimulai dengan memperkenalkan bahan-bahan dan bumbu untuk membuat sayur lodeh. Semua bahan dan bumbu diperkenalkan dan dijelaskan satu persatu serta ditunjukkan langsung kepada para santri. Mereka tampak excited saat mengindra langsung bahan dan bumbu lodeh. Ada beberapa santri yang belum mengenal kluwih dan petai rese. “O..ini yang namanya kluwih. Baru tau aku,” aku Fatimah santri kelas 2.
Setidaknya 30 santri beserta para guru mengikuti jalannya cooking class ini dengan antusias. Santri diminta maju bergiliran untuk membantu memasak. Ada yang membantu menyiapkan bahan dan bumbu, menumis bumbu, serta mengaduk sayur. Teknik memasak sayur lodeh yang lezat pun dibeberkan dengan jelas oleh pengajar cooking class kali ini. “Tumis dulu bumbunya sampai harum, lalu sayuran yang pertama kali dimasukkan adalah kluwih. Aduk aduk sampai layu ya, lalu tutup rapat sebentar dan aduk lagi,” terang Sulami pengajar cooking class kali ini.
“Dengan adanya acara cooking class memasak sayur lodeh ini diharapkan santri suka dengan sayur lodeh dan di rumah mempraktekkan memasak sayur lodeh bersama keluarga tercinta. Sehingga akan menambah keterampilan memasak santri di usia dini sebagai bekal kemandirian,“ terang Abdul Aziz Kepala MDT Al Fattah.
Yuli, salah satu orang tua memberikan apresiasi kegiatan cooking class ini yang memberikan dampak positif pada anaknya. “Alhamdulillah program “Cooking Class“ sangat bagus dan barokah. Alhamdulillah anak saya dikit-dikit sudah mulai makan sayur,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan cooking class mengajarkan menu-menu masakan harian yang sehat dan mengajarkan anak-anak untuk hobi makan sayur dan mengetahui berbagai jenis masakan baik sop, lodeh, oseng dll. Yuli berharap, ke depan anak-anak semakin mengetahui rasa dan macam-macam sayuran dan jadi suka makan sayur. “Mungkin kedepannya bisa ganti masak oseng atau sayur asem dll. Atau ganti masak lauk,” pungkasnya.





