Peduli Perubahan Iklim, Ini Strategi SMA IMBS Tingkatkan Kecerdasan Naturalis Siswa Didik

kecerdasan naturalis
Siswa Siswi SMA Insan Mulia Boarding School (IMBS) Yogyakarta saat kelas kecerdasan naturalis

Sleman, jogjakeren.com – Kecerdasan naturalis, yang mencakup kepedulian terhadap lingkungan hidup, adalah aset berharga dalam menjaga keberlanjutan planet kita. Kecerdasan ini tidak hanya penting untuk saat ini, tetapi juga untuk masa depan. Dalam upaya untuk mengasah dan memupuk kecerdasan naturalis siswa SMA Insan Mulia Boarding School (IMBS) Yogyakarta, guru bahasa Inggris, Muh. Ibnu Syaifulloh, S.S., dan Jumiati S.Pd., telah berkolaborasi dengan mengintegrasikan konsep ini dalam kurikulum pembelajaran bahasa Inggris.

Dalam kelas bahasa Inggris, para guru telah memadukan konsep “Cause and Effect” dari Kurikulum 2013 kelas XII dengan pemahaman siswa tentang kondisi kerusakan lingkungan dan pemanasan global. Mereka melakukan ini melalui penggunaan media video pembelajaran dan strategi pembelajaran partisipatif. Dalam prosesnya, siswa diajak untuk menganalisis penyebab kerusakan lingkungan dan dampaknya pada pemanasan global. Hasilnya, mereka menemukan bahwa salah satu penyebab utama adalah aktivitas manusia, seperti pertanian, transportasi, dan deforestasi.

Langkah selanjutnya adalah memberikan solusi konkret kepada siswa tentang bagaimana mengatasi masalah ini. Para siswa diberikan langkah-langkah sederhana, seperti berjalan lebih sering, menggunakan sepeda, menggunakan transportasi umum, mematikan lampu saat tidak digunakan, menanam pohon, mendaur ulang, dan tidak membuang sampah sembarangan.

Read More

Namun, pembelajaran tidak hanya berhenti pada pemahaman konsep ini. Siswa juga diajak untuk mengimplementasikan pelajaran ini dalam kehidupan mereka sehari-hari. Salah satu contohnya adalah melalui himbauan “3R” (reduce, reuse, recycle) dan kampanye “Tanam Pohon”. Siswa diminta untuk menanam tanaman dalam pot dari gelas plastik bekas, yang memungkinkan mereka untuk mengimplementasikan konsep 3R secara nyata dan merawat tanaman mereka. Meskipun awalnya mereka menanam biji sayuran sederhana seperti kangkung dan sawi, langkah sederhana ini diyakini akan mengasah dan memupuk kecerdasan naturalis siswa.

Belajar dalam kelas ini pun menjadi mengasyikkan. “Oh, ini to biji sawi. Baru tahu aku,” komentar Rahma siswa kelas XII. “Saya juga baru kali ini menanam, Bu,” tukas Dani teman sekelasnya. Dengan menanam sendiri biji sayurannya, setiap hari mereka berkewajiban menyirami, merawat dan mengamati perkembangannya. “Kelak ketika masa panen tiba, kami adakan English Cooking Class. Kami masak hasil panen sayuran kami sambil belajar bahasa Inggris ya,” timpal sang guru. Kontan saja, hal tersebut langsung disambut antusias oleh para siswa didik.

Biji sawi dan kangkung yang sudah tumbuh di dalam pot dari plastik bekas
Biji sawi dan kangkung yang sudah tumbuh di dalam pot dari plastik bekas

Sejalan dengan hal tersebut, sesuai amanat dalam kurikulum merdeka, di kelas X, sekolah juga mengadakan program pemanfaatan sampah plastik bekas untuk dijadikan pot tanaman dan menanaminya dengan tanaman hias. Upaya ini dilaksanakan pada jam pelajaran P5 yakni Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Tema yang diambil kali ini adalah “Gaya Hidup Berkelanjutan”. “Harapannya dengan project ini siswa semakin terasah kecerdasan naturalisnya sehingga kelak mampu menjadi green leader alias pemimpin yang punya kepedulian terhadap kelestarian bumi tercinta,” ungkap Antika Nur Adi Wijaya, S.Pd., selaku ketua project P5.

Kini, tanaman yang mereka tanam telah tumbuh hijau berseri. Sekolah menjadi tampak lebih hidup, segar dan asri. “Semoga program ini terus berlanjut ke depannya dengan debut yang lebih mantap lagi,” harap Siti Nurhayati, S.Si., M.Pd. Kepala Sekolah SMA IMBS Yogyakarta.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *