Dusun Pajangan Moyudan, Sentra Kerajinan Besek Kemasan Tradisional

Salah satu proses pembuatan kerajinan besek, yaitu menganyam iratan bambu

Sleman, Jogjakeren – Besek merupakan salah satu kerajinan tangan yang berbahan dasar bambu. Besek termasuk dalam kategori wadah penyimpanan atau kemasan tradisional yang digunakan untuk membawa atau menaruh makanan.  Selain itu, masyarakat daerah Yogyakarta biasa menggunakan besek untuk membawa ater-ater atau nasi kenduri dalam acara pernikahan, among-among bayi, atau acara lainnya.

Salah satu daerah pengrajin besek yaitu di Dusun Pajangan, Moyudan, Sleman. Mayoritas penduduk di dusun tersebut bermata pencaharian sebagai pengrajin besek.

Bariyem, pengrajin besek di Dusun Pajangan berusia 55 tahun ini menjadi pengrajin besek sejak kecil. “Saya dari kecil sudah membuat besek. Besek yang menjadi satu-satunya sumber penghasilan saya,” ujarnya.

Read More

Di keluarga, ia membuat kerajinan besek dengan dibantu anaknya. Dalam satu minggu, ia mampu menyelesaikan besek sebanyak 120 pcs. Besek yang dihasilkan cukup beragam, ada yang berukuran 9 cm, 15 cm, 18 cm hingga 22 cm.

Membuat besek adalah sebuah rangkaian proses yang lama. Dari memotong bambu, menipiskan bambu, menjemur bambu, membentuk pola, mengayam, hingga proses nangkepi.

Bariyem mengaku kalau 1 kodi besek berisi 40 buah. “1 kodi besek yang berukuran 22 cm biasa dibeli dengan harga 40-50 ribu rupiah, ” ungkapnya.

Besek berukuran 22 cm tersebut biasa digunakan untuk wadah ater-ater. Sedangkan besek berukuran 9 cm biasa diambil oleh pengepul untuk wadah wedang uwuh dengan harga jual 23 ribu rupiah. Adapun besek berukuran 15 cm dan 18 cm diambil oleh pengepul lain untuk dipasarkan.

Besek yang dihasilkan para pengrajin di Dusun Panjangan, Moyudan, Sleman ini sangatlah rapi. Besek yang dihasilkan juga lebih kokoh jika dibandingkan dengan kardus. Sayangnya, untuk proses pembuatan besek tersebut membutuhkan waktu yang lama. Belum lagi jika musim hujan, para pengrajin tidak dapat menjemur iratan bambu sehingga proses pembuatan besek perlu waktu lebih lama lagi.

“Harapan dari para pengrajin, besek tetap memiliki nilai jual dan tidak kalah saing dengan kemasan kardus,”  Harap Bariyem.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *