Jogjakeren.com – Anemia adalah kondisi medis yang ditandai dengan rendahnya sel darah merah atau kadar hemoglobin dalam darah. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, tetapi pada remaja khususnya putri memiliki risiko yang tinggi terkena anemia. Kadar hemoglobin normal pada remaja yaitu 12 gr/dl.
Kekurangan kadar hemoglobin dapat menyebabkan suplai oksigen ke tubuh berkurang-kurang sehingga jaringan tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup.
Mari kenali tanda-tanda, penyebab, dampak dan cara pencegahan penyakit anemia pada remaja putri.
Tanda-Tanda Anemia:
Beberapa tanda-tanda anemia pada remaja putri, antara lain:
- Mudah lelah
- Kulit pucat
- Sering gemetar
- 5L (lesu, lemah, letih, lelah, lalai)
- Sering pusing
- Mata berkunang-kunang
- Kelopak mata, bibir, lidah dan telapak tangan tampak pucat
- Anemia yang parah <6gr/dl dapat menyebabkan nyeri
Penyebab Anemia
Ada berbagai penyebab anemia pada remaja putri antara lain:
- Makanan yang mengandung zat besi rendah
- Gangguan penyerapan zat besi
- Kehilangan darah atau menstruasi
- Diet yang tidak seimbang
Dampak Anemia
Anemia dapat berdampak pada remaja putri antara lain:
- Menurunnya kemampuan tubuh
- Menurunnya konsentrasi belajar
- Menurunnya kebugaran tubuh
- Menurunnya daya tahan tubuh terhadap penyakit
- Menghambat tumbuh kembang
Cara Pencegahan anemia
Anemia dapat dicegah dengan cara yaitu:
- Minum Tablet Tambah Darah (TTD) 1 kali seminggu
- Makan-makanan yang kaya zat besi terutama sumber hewani dan tumbuh-tumbuhan (kacang kedelai dan kacang hijau)
- Rutin berolahraga
Jika Remaja Putri mengalami tanda-tanda anemia seperti di atas supaya segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke pelayanan kesehatan terdekat. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko anemia dan meningkatkan kualitas hidup remaja putri.




