Etika Bermedia Sosial dalam Pandangan Islam

Media Sosial
Ilustrasi (Foto: hukumonline.com)

Jogjakeren.com – Di era digital sekarang ini teknologi termasuk handphone ataupun dunia informasi merupakan kebutuhan primer. Telah banyak sekali manfaat media sosial bagi kemudahan komunikasi saat ini. Dari mulai kirim info, ngobrol, hingga berbagi ilmu pengetahuan dan sarana dakwah. Tetapi tidak sedikit juga keburukan dan kejahatan yang tinggi melalui media sosial.

Ibarat pisau yang memiliki dua sisi mata, satu sisi bisa memberikan banyak manfaat, namun sisi lain memberikan risiko yang sangat berbahaya. Sehingga bagaimana cara menyikapi dua hal tersebut agar lebih mengarah pada dampak yang positif, karena teknologi maupun informasi itu sudah masuk jauh ke dalam sendi kehidupan kita.

Berikut ini ada beberapa sikap bermedia sosial menurut Islam di antaranya:

Read More
  1. Menggunakan akun media sosial untuk diambil manfaatnya

Penggunaan media sosial guna memudahkan aktivitas dan kelancaran ibadahnya, dan bermanfaat bagi kehidupan kita. Seperti, penggunaan media sosial untuk kelancaran menjalin hubungan silaturahim antar anggota keluarga dan saudara, sarana untuk berdakwah, dan lain sebagainya. Akan tetapi, jika media sosial justru membawa lebih banyak kerugian daripada manfaatnya, maka etika seorang muslim pastilah menghentikan dan meninggalkan aktivitas tersebut.

  1. Bertanggung jawab

Dalam menggunakan media sosial berarti kita bertanggung jawab atas semua yang diposting, termasuk saat melihat, follow, like, share, repost, dan lain sebagainya. Sebagai seorang muslim beretika baik akan berhati-hati dalam menyampaikan sesuatu atau saat menanggapi sesuatu. Karena dalam firman Allah SWT, “Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pandengaran, penglihatan, dan hati akan diminta pertanggung jawabannya.” (QS. Al-Isra’:36).

  1. Tabayyun (cek dan ricek)

Dalam Islam mengajarkan opini yang jujur dan amanah dengan didasarkan pada bukti, fakta, dan kepercayaan. Jangan menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya di media sosial dan jangan memberi perkataan buruk maupun kesaksian palsu. Karena untuk mencapai ketepatan kebenaran dan fakta hendaknya mengecek serta meneliti kebenaran dengan informasi awal yang diperoleh agar tidak menimbulkan suudzon, gibah, dan fitnah.

  1. Bijak dalam bersosial media

Setiap orang muslim hendaknya bijak dalam menggunakan sosial media dengan mengedepankan etika, perasaan, logika serta menyebarkan nasihat yang baik, bijak, dan ikhlas.

  1. Menghindari hal-hal negatif dalam media sosial

Setiap muslim hendaknya menghindari upload maupun membagikan foto atau video yang memperlihatkan aurat, vulgar atau berkonten pornografi, tidak meng-upload artikel-artikel negatif tentang aib seseorang, karena hal ini merupakan bagian dari dusta. Sesuai sabda Rasulullah SAW: “cukup seseorang dikatakan dusta apabila menceritakan setiap apa yang dia dengar.” (HR. Muslim).

Dengan tetap memperhatikan etika dalam menggunakan media sosial diharapkan persaudaraan akan tetap terjalin dengan baik meskipun hanya di dunia maya. Tali silaturahim akan tetap terjalin dan manfaat kemajuan teknologi bisa sebagai sarana komunikasi hingga sarana untuk berdakwah. Untuk itu, mari jaga etika sebagai predikat muslim yang terpuji dalam bermedia sosial.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *