Festival Budaya FE UST: Dewantara Muda, Seni dan Budaya

UST
Program Studi Akuntansi FE UST menyelenggarakan kegiatan Festival Akuntansi Seni Budaya (FASB) di Auditorium UST, Sabtu (3/12/2022).

Jogjakeren.com – Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (FE UST) menyelenggarakan kegiatan Festival Akuntansi Seni Budaya (FASB) pada Sabtu (3/12/2022) di Auditorium UST.

FASB mengangkat tema “Mahakarya Dewantara Muda Bersatu Melalui Seni dan Budaya Dalam Bingkai Ajaran Tamansiswa”. Tema tersebut sejalan dengan berdirinya UST sebagai Perguruan Tinggi Kebangsaan yang selalu menjunjung tinggi ajaran Ki Hadjar Dewantara.

Tak hanya bertujuan untuk melestarikan dan menumbuhkan rasa cinta budaya tradisional, FASB juga memberikan Culture Experience dan Culture Knowledge kepada mahasiswa.

Bacaan Lainnya

Suksesnya penyelenggaraan kegiatan tahunan yang sempat terhenti selama dua tahun karena pandemi Covid-19 ini dibuka langsung oleh Dr. Suyanto, M.Si. selaku Dekan FE UST. Dr. Suyanto menyatakan, di zaman yang semakin modern di mana budaya asing yang dengan mudahnya diterima oleh bangsa Indonesia, mahasiswa sebagai pewaris generasi penerus bangsa harus dapat mempertahankan tradisi dan kearifan lokal yang telah diwariskan sejak dulu sebagai identitas bangsa, sehingga budaya yang telah ada akan terus tetap terjaga kelestariannya.

UST
Mahasiswa menampilkan berbagai macam kebudayaan mulai dari tari, film pendek, dan drama cerita rakyat.

“Kegiatan ini diharapkan mampu mempertahankan kecintaan mahasiswa terhadap kebudayaan nasional serta mempererat persatuan melalui kebudayaan yang selaras dengan cita-cita luhur Tamansiswa,” harapnya.

Festival budaya berlangsung sangat meriah dan sangat antusias diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi Akuntansi, dosen, tenaga kependidikan dan pejabat struktural dekanat. Berbagai penampilan mahasiswa yang diikutsertakan dalam lomba seperti drama cerita rakyat (Malin Kundang, Sangkuriang, dan Anoman Obong), Film Pendek yang bertemakan ajaran Tamansiswa, fashion show baju adat Indonesia, serta tarian daerah (Tari Ronggeng, Tari Sintren, Tari Gambyong Pareanom, dan Tari Sekar Pudyastuti) turut menyemarakkan kegiatan ini.

Penampilan fashion show memanifestasikan Indonesia Mini. Hal ini dikarenakan setiap kelas mengirimkan perwakilan untuk mengenakan pakaian adat daerah dari setiap pulau seperti pakaian adat daerah dari Sumba, Betawi, Sulawesi, Dayak, Sunda, Aceh, Minang, dan Papua.

Sri Ayem, S.E., M.Sc., Ak., CA., ACPA. selaku Ketua Prodi Akuntansi dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang diketuai oleh Sri Lestari Yuli Prastyatini, S.E., M.S.A., Ak., CA. yang telah berhasil menyelenggarakan kegiatan luar biasa ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *