Hadiri Sosialisasi BPIP, LDII Gotong Royong Membumikan Pancasila

Sosialisasi BPIP Membumikan Pancasila
Sosialisasi BPIP Membumikan Pancasila

Jogjakeren.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII DIY menghadiri undangan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama dengan Komisi II DPR RI dalam kegiatan “Gotong Royong Membumikan Pancasila” bertempat di Hotel Grand Dafam Signature, Temon, Kulon Progo, Yogyakarta, Minggu (28/8/2022).

Hadir Wakil Ketua DPW LDII DIY Drs. H. Suprabowo, MT didampingi Ketua DPD LDII Kulon Progo H. Pandaya, S.Pd., M.Pd. dan segenap pengurus harian. Kegiatan sosialisasi menghadirkan narasumber di antaranya H. Sukamto, S.H. (Anggota DPR RI Komisi IX), Agus Wahyudi, Ph.D. dari BPIP dan Sukirno, S.H., M.H. Dekan Fakultas Hukum Universitas Janabadra Yogyakarta.

Read More

Sosialisasi menghadirkan ratusan tamu undangan dari berbagai unsur masyarakat. Perwakilan dari pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan aliran kepercayaan. Juga kalangan organisasi masyarakat (ormas) NU, Muhammadiyah, LDII, dan sebagainya. Dilengkapi dengan kalangan praktisi hukum dan akademisi.

Sukamto menyampaikan materi sosialisasi Pancasila
Sukamto menyampaikan materi sosialisasi Pancasila

Narasumber pertama H. Sukamto menegaskan bahwa inti acara ini adalah bagaimana agar Bangsa Indonesia bisa saling toleran. Seperti kata pepatah berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, tanpa memandang siapa kita, apa agamanya, dari suku mana. “Ndak usah cari perbedaan, dia saat sholat jari-nya uthik-uthik (bergerak) atau tidak. Semua harus toleran, lakum dinukum waliyadin,” tegas Sukamto menekankan pentingnya menjaga toleransi.

Agus Wahyudi dari BPIP mengaskan bahwa Pancasila adalah ideologi persatuan. Manusia tidak bisa hidup sendiri, harus bersama orang lain, dengan ideologi akan ada arah yang jelas. “Pancasila juga menjadi petunjuk, ke mana kita akan melangkah,” kata Agus.

Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, ras, bahkan bahasa. Walaupun berbeda-beda, tetapi bagaimana mempersatukan perbedaan itu menjadi kekuatan yang solid. “Dengan Pancasila, kita menemukan cara terbaik untuk menata kehidupan. Bagaimana tatanan kehidupan yang good society, infrastruktur pendidikan yang baik. Itu semua membutuhkan imajinasi dan Pancasila membicarakan tentang itu,” tambah Agus. Pancasila adalah kumpulan nilai-nilai. Ada nilai solidaritas, komunitas, keadilan, kerja sama, dan masih banyak lagi kandungan nilai luhur.

Narasumber BPIP menegaskan pentingnya membumikan Pancasila dengan memperhatikan kondisi saat ini. Dengan cara yang baru, agar lebih mudah dilaksanakan. “Kami melakukan riset di sekitar Goa Pindul Gunungkidul. Kelihatannya mereka bersaing, tetapi kenyataannya mereka malah bersatu bergotong royong dalam memajukan nilai pariwisata di sana. Inilah yang kami angkat agar bisa diterapkan di daerah lain,” jelasnya.

Lebih lanjut ditambahkan pentingnya kerja sama semua pihak dalam membumikan Pancasila. “BPIP tidak bisa berjalan sendiri, dan bapak ibu semuanya, kita bersama-sama membumikan Pancasila,” pungkasnya.

Berfoto bersama Sukamto Setelah Acara Sosialisasi Pancasila
Berfoto bersama Sukamto Setelah Acara Sosialisasi Pancasila

Dekan Fakultas Hukum Universitas Janabadra Yogyakarta, Sukirno menyampaikan bahwa bangsa Indonesia sudah memilih Pancasila sebagai filsafat, pandangan hidup bangsa (way of life). “Ini perlu kita realisasikan. Lalu bagaimana caranya,” tanyanya. Sukirno menyampaikan ada 2 hal, yang pertama yaitu para penyelenggara bangsa harus melaksanakannya, ini merupakan keteladanan yang perlu dilaksanakan.

Sukirno menegaskan bahwa manusia adalah makhluk pribadi dan makhluk sebagai ciptaan Tuhan YME. Sehingga manusia tidak boleh melampaui batas batasnya sebagai hakikat bahwa dia adalah makhluk ciptaan Tuhan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.