Jogjakeren.com – Hari Kanker Tulang Nasional diperingati pada tanggal 11 April setiap tahunnya yang kali ini jatuh pada hari Selasa. Peringatan ini bukan hanya sekadar suatu ajakan untuk berempati kepada para penderita kanker tulang, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran kita terhadap kesehatan tulang.
Meskipun tulang merupakan anggota gerak pasif, namun tidak ada yang bisa menggantikan fungsi tulang. Sebagai contoh, tulang yang nyeri atau pegal linu saja sudah cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, apalagi jika terkena kanker tulang. Untuk itu, menjaga kesehatan tulang kita adalah hal yang krusial.
Penyebab kanker tulang hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti. Namun, timbulnya kanker pada tulang dapat disebabkan adanya perubahan atau mutasi pada gen pengendali pertumbuhan sel. Mutasi tersebut menjadikan sel tumbuh secara tidak terkendali dan membentuk tumor di tulang.
Seluruh bagian tubuh memang berpotensi menjadi sel kanker dan dapat berkembang menyebar. Oleh karena itu, kita sebagai manusia perlu ada tindakan preventif untuk mencegah sel kanker berkembang aktif di dalam tubuh.
Adapun gejala kanker tulang, awalnya terdapat benjolan pada tulang dan disertai nyeri. Benjolan tersebut dapat berkembang dengan cepat dalam hitungan bulan. Setelah itu, ada keterbatasan ruang gerak sendi yang ada di sekitar tulang.
Jenis Kanker Tulang

Melansir dari https://p2ptm.kemkes.go.id/ jenis kanker tulang primer terbagi menjadi tiga yaitu:
-
Osteosarcoma
Jenis kanker tulang ini terjadi adanya keganasan yang tumbuh dari tulang. Kanker tulang ini sering menyerang pada bagian lengan atas dan lutut.
-
Chondrosarcoma
Jenis kanker tulang ini berkembang dari sel tulang rawan.
-
Sarkoma Ewing
Jenis kanker yang tumbuh dari tulang dan dapat juga dari jaringan ikat yang berada disekitar tulang
Perawatan Tulang
Meskipun kanker tulang tergolong penyakit minoritas di Indonesia, akan tetapi tidak ada salahnya apabila kita menjaga kesehatan tulang. Caranya dapat dimulai dari mengkonsumsi vitamin D dan kalsium yang cukup, hal tersebut dapat memadatkan tulang sehingga tulang tidak mudah keropos.
Menurut Meikawati dan Amalia (2010), dalam prosiding seminar nasional, konsumsi susu akan meningkatkan kalsium dalam tubuh. Dengan begitu, dapat dimengerti bahwa mengonsumsi susu yang mengandung kalsium juga dapat memengaruhi kepadatan tulang.
Adapun kegiatan yang berhubungan dengan perawatan tulang adalah dengan berolahraga. Tujuan berolahraga yaitu untuk meningkatkan sirkulasi darah pada tulang dan hormon testosteron dan estrogen yang penting dalam pemeliharaan tulang.




