Ikuti Munas IX Secara Virtual, LDII Bantul Terapkan Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
LDII Bantul
Pengurus DPD LDII Kabupaten Bantul mengikuti Munas IX LDII dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat

Jogjakeren – Sebagai ujud menyukseskan Musyawarah Nasional (Munas) IX Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) 2021 yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), maka Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Bantul mengikuti seluruh rangkaian acaranya. Kegiatan ini dilakukan secara virtual dari Studio Mini Srandakan Bantul Yogyakarta.

Meskipun secara virtual, namun seluruh peserta yang hadir tetap menjalankan protokol kesehatan. Masing-masing memakai masker, lalu sebelum masuk ke ruangan dilakukan pengukuran suhu tubuh menggunakan thermogun dan mencuci tangan dengan handsanitizer. Tempat duduk di ruangan juga dibuat jarak aman bagi setiap peserta.

Bacaan Lainnya

LDII Bantul
Pengurus DPD LDII Kabupaten Bantul mencuci tangan dengan handsanitizer sebelum memasuki studio untuk mengikuti Munas IX LDII

H. Suhardi, Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Bantul menyampaikan bahwa di masa pandemi Covid-19, setiap orang harus menjaga kesehatan dirinya. Termasuk pula pada acara Munas ini, protokol kesehatan yang sudah dibuat oleh pemerintah, tetap harus dijalankan. “Dimanapun tempatnya, kapanpun waktunya, setiap orang harus patuh dengan protokol kesehatan,” ungkapnya di sela-sela acara.

Diketahui bersama bahwa Munas IX LDII dibuka oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo. Kegiatan yang diselenggarakan pada hari Rabu dan Kamis, 7 dan 8 April 2021 ini, dipusatkan di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta Timur. Diikuti oleh 310 studio mini yang terdiri dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII di 33 provinsi se-Indonesia dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) seluruh kabupaten/kota se-Indonesia.

Beberapa pejabat juga hadir di beberapa studio mini seluruh wilayah Indonesia. Antara lain Anggota DPR RI, Gubernur dan Bupati/Walikota beberapa daerah, Ketua dan Pengurus DPW seluruh provinsi se-Indonesia, Ketua dan Pengurus DPD seluruh kabupaten/kota se-Indonesia, Ketua dan Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia serta undangan lainnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *