Kapan Tanggal 1 Ramadhan Tahun 2024 di Indonesia?

1 Ramadhan
Ilustrasi Ramadan.

Jogjakeren.com – Sebentar lagi umat muslim akan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Bulan Ramadhan menjadi bulan yang paling dinantikan karena memiliki banyak keutamaan salah satunya malam Lailatul Qadr.

Mengutip dari laman LDII “Bulan Ramadhan dikatakan musim ibadah karena di dalamnya banyak keutamaan, Allah banyak melipatkan gandakan pahala, Allah banyak memberi keutamaan amalan-amalan dibulan Ramadhan”.

Bulan Ramadhan juga termasuk bulan sabar, karena memang setiap orang iman akan diuji kesabaranya di bulan Ramadhan, mereka dituntut untuk meninggalkan apa-apa yang diinginkan dan apa-apa yang disenangi, untuk mencari ridonya Allah SWT.

Read More

Menjelang Ramadhan, tentu banyak umat Islam yang mulai mencari tahu kapan puasa 2024 dilaksanakan. Di tahun 2024 ini, pemerintah telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah atau lebaran 2024 jatuh pada bulan April 2024. Lalu, kapan awal puasa Ramadan 2024? Ada beberapa versi terkait kapan tanggal 1 Ramadhan akan tiba.

Versi pertama datang dari Muhammadiyah, melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2024 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1445 Hijriah, Muhammadiyah menetapkan tanggal 1 Ramadhan 1445 H jatuh pada tanggal 11 Maret 2024. Penetapan tersebut didasarkan pada hasil hisab hakiki wujudul hilal. Dengan demikian, puasa Ramadhan 2024 versi Muhammadiyah akan jatuh pada Senin, 11 Maret 2024.

Kemudian versi kedua datang dari pemerintah, Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama (Kemenag) RI telah menyusun kalender Hijriah Indonesia tahun 2024. Berdasarkan kalender tersebut, awal puasa Ramadan 2024 atau tanggal 1 Ramadan 1445 Hijriah jatuh pada tanggal 12 Maret 2024 dan berakhir pada tanggal 9 April 2024.

Meski begitu, penentuan kapan puasa Ramadan 2024 dimulai tetap masih menunggu keputusan dari sidang isbat yang baru akan dilaksanakan pada hari Minggu, 10 Maret 2024 mulai pukul 17.00 WIB.

Mengutip dari laman NU Online, di Indonesia ada beberapa kriteria dalam menetapkan awal Ramadhan dan Idul Fitri. Yaitu:

1. Imkanur rukyat (visibilitas hilal), yaitu kriteria penetapan awal Ramadhan dan Idul Fitri yang mengharuskan hilal berada minimal 2 derajat di atas ufuk. Namun keberadaan hilal belum dianggap sampai terlihat dengan mata.

2. Wujudul hilal, adalah kriteria penetapan awal Ramadhan dan Idul Fitri yang menggunakan dua prinsip yaitu Ijtimak (konjungsi) telah terjadi sebelum matahari terbenam dan bulan terbenam setelah matahari terbenam. Kriteria ini biasanya digunakan oleh Muhammadiyah.

3. Imkanur rukyat MABIMS, adalah kriteria penetapan awal Ramadhan dan Idul Fitri berdasarkan hasil musyawarah Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS). Kriteria ini mengharuskan ketinggian bulan di atas horison tidak kurang dari 2 derajat dan jarak lengkung bulan-matahari tidak kurang dari 3 derajat saat matahari terbenam. Selain itu, usia bulan juga tidak kurang dari 8 jam setelah ijtimak/konjungsi ketika terbenam.

4. Rukyat global, adalah kriteria penetapan awal Ramadhan dan Idul Fitri yang menyatakan bahwa jika satu penduduk suatu negeri melihat hilal, maka penduduk seluruh negeri berpuasa. Kriteria ini digunakan oleh sebagian umat Islam yang merujuk pada negara Arab Saudi atau hasil terlihatnya hilal di negara lain.

Adanya beberapa kriteria tersebut, maka pemerintah melalui Kementerian Agama menyelenggarakan sidang isbat 1 Ramadhan untuk menyatukan perbedaan penetapan hilal yang diberlakukan secara nasional.

Jadi, di atas tadi beberapa informasi terkait kapan tanggal 1 Ramadhan tahun 2024 di Indonesia yang terdiri dari beberapa versi. Semoga bermanfaat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *