Kembesnas 2022 Sako SPN, Ajak Peserta Lebih Mandiri

kembesnas
Perwakilan dari kontingen DIY mengikuti Kembesnas 2020 yang diselenggarakan di Jawa Barat, Jumat (16/9/2022)

Jogjakeren.com – Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) telah usai menghelat Kemah Besar Nasional (Kembesnas) 2022 pada Jumat (16/9/2022). Agenda besar tersebut digelar di Bumi Perkemahan Letjen (Purn) Mashudi, Kiara Payung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Kegiatan Kembesnas berlangsung selama tiga hari dari Rabu (14/9/2022) hingga Jumat (16/9/2022). Peserta yang berpartisipasi merupakan penggalang Sako SPN dari berbagai kontingen di Indonesia.

Kontingen DIY, khususnya Kabupaten Sleman, mengirimkan dua peserta untuk mengikuti perhelatan akbar tersebut. Dua di antaranya adalah Usfa Lafi Syarifa sebagai perwakilan kontingen putri, dan Muhammad Akyas Syamsul Ma’arif sebagai perwakilan kontingen putra. Kedua peserta tersebut merasa senang dalam mengikuti acara Kembesnas 2022 tersebut, pasalnya banyak bertemu teman-teman dari berbagai daerah.

Read More

Usfa Lafi Syarifa atau kerap disapa Usfa, mengungkapkan pengalaman yang diperoleh usai mengikuti Kembesnas menjadi lebih mandiri dan dapat mengontrol emosi. Hal itu sebagaimana tema yang diangkat dalam acara Kembesnas ‘Membangun Generasi Penerus yang Mandiri Terampil dan Religius’.

“Saya lebih bisa belajar mandiri dan lebih bisa menghargai teman,” tambah Usfa.

Tak hanya berpartisipasi sebagai peserta, kontingen Putri DIY berhasil menyabet Juara Harapan I Umum Putri dan Juara III Pengetahuan Kepramukaan Putri. Upaya Sako SPN dalam mendidik generus tak hanya dari sisi religius saja, tetapi dari sisi professional dan pengetahuan juga diajarkan.

Disamping itu, rangkaian kegiatan Kembesnas 2022 menampilkan kesenian angklung dari Jawa Barat. Hal tersebut bertujuan untuk mengenalkan kebudayaan yang ada di Indonesia supaya tidak hilang dan tetap lestari. Setiap kontingen juga mengenalkan tradisi atau budaya daerah melalui kesenian dan baju adat daerah masing-masing, termasuk kontingen DIY.

“Kami memperkenalkan permainan tradisional, menyanyikan lagu daerah Gundul-Gundul Pacul, Padang Bulan, dan Dayohe teko. Kami juga menggunakan baju adat daerah yaitu lurik,” ungkap Akyas.

Tentu rangkaian acara Kembesnas berbeda dengan Kemah Besar Daerah (Kembesda) yang diadakan di tingkat daerah. Perbedaan tersebut terletak pada proses pembinaan para peserta. Akyas selaku peserta menjelaskan bahwa pelaksanaan Kembesda terdapat tekanan dari para pembina.

“Kembesnas itu lebih enak dan bikin rindu,” imbuh Akyas.

Lebih lanjut, Usfa menjelaskan kegiatan Kembesnas ini melatih supaya mandiri dan lebih serius, sedangkan pada Kembesda kakak pembina lebih tegas terhadap para peserta. “Kalau Kembesnas, kakak pembina lebih membiarkan supaya kami mandiri, jadi kita lumayan keteteran. Pada Kembesda kakak pembina lebih ngoprak-ngoprak pesertanya.”

Berbagai persiapan kembesnas melalui pembinaan daerah masing-masing telah diupayakan. Usfa menuturkan persiapan diri, mental, dan kesehatan harus disiapkan supaya dalam mengikuti kegiatan Kembesnas dapat berjalan baik. Akyas juga berpesan bahwa setiap kegiatan kepramukaan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Pembinaan karakter generus LDII melalui Sako SPN telah dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan sesuai tingkat usia masing-masing. Melalui pembinaan Sako SPN target pembinaan generus menjadi pribadi professional dan religious diharapkan dapat terwujud dengan baik.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *