Jogjakeren.com – Lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, Ki Hajar Dewantara adalah tokoh revolusioner yang mendirikan Taman Siswa, sebuah sekolah yang bertujuan memberikan pendidikan yang merata untuk semua kalangan, tidak hanya kaum bangsawan.
Dengan filosofi pendidikan yang mendalam, ia mengubah paradigma pendidikan kolonial yang diskriminatif menjadi pendidikan yang humanis dan berpusat pada siswa.
Filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara yang paling terkenal adalah “Trilogi Kepemimpinan“:
- Ing ngarsa sung tuladha (Di depan memberi teladan): Seorang pendidik harus menjadi contoh yang baik bagi murid-muridnya. Sikap, perkataan, dan tindakan guru akan memengaruhi karakter siswa.
- Ing madya mangun karsa (Di tengah memberi semangat): Pendidik berperan sebagai fasilitator yang memotivasi dan mendorong siswa untuk mengembangkan potensi diri mereka.
- Tut wuri handayani (Di belakang memberi dorongan): Pendidik memberikan dukungan dan arahan dari belakang, membiarkan siswa berkembang secara mandiri dan menemukan jalannya sendiri.
Ajaran Ki Hajar Dewantara tidak hanya relevan pada masanya, tetapi juga menjadi fondasi pendidikan nasional Indonesia hingga kini. Ia percaya bahwa pendidikan seharusnya memerdekakan manusia dari segala bentuk penindasan dan menumbuhkan rasa kebangsaan.
“Jadikan setiap tempat sebagai sekolah, dan setiap orang sebagai guru”
Salah satu kutipan terkenya, menekankan bahwa pembelajaran bisa terjadi di mana saja dan dari siapa saja, melampaui batas-batas ruang kelas.





