LDII Gunungkidul Inisiasi Pelatihan Memasak Bakmi Jawa Berbahan Mocaf

mi mocaf
Bagian Lisdal DPD LDII Kabupaten Gunungkidul menginisiasi pelatihan kemandirian membuat bakmi jawa dari mi mocaf.

Jogjakeren.com – Bakmi jawa adalah salah satu makanan khas Kabupaten Gunungkidul yang legendaris. Ada dua jenis bakmi jawa yang umum dijual yakni bakmi rebus dan goreng. Sesuai dengan namanya, bahan dasar pembuatan bakmi jawa adalah mi. Banyak varian mi yang bisa dipilih seperti mi kuning, bihun beras dan mi lethek.

Namun berbeda dengan mubaligh dan mubalighat LDII Gunungkidul, mereka diajarkan memasak bakmi jawa dari mi berbahan singkong (mocaf). Bagian Litbang, IPTEK, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup (Lisdal) DPD LDII Kabupaten Gunungkidul menginisiasi pelatihan kemandirian memasak bakmi jawa dari mi berbahan mocaf.

Read More

Pelatihan ditujukan kepada mubaligh mubalighat LDII agar mereka memiliki bekal kemandirian baik untuk dirinya maupun keluarganya kelak. “Melalui pelatihan ini diharapkan ilmu yang mereka dapatkan bisa dimanfaatkan untuk menambah pendapatan ekonomi keluarga,” ungkap anggota bidang Lisdal DPD LDII Gunungkidul Ir. Mukhamad Angwar, M.Sc.

mi mocaf
Mubaligh dan mubalighat LDII Gunungkidul mengikuti pelatihan pembuatan bakmi jawa dengan bahan dasar mi mocaf.

Menurutnya yang sehari-hari sebagai peneliti madya bidang pangan di Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam, LIPI Gunungkidul, peserta pelatihan akan mendapatkan wawasan dan kemampuan membuat bakmi jawa khas Gunungkidul.

“Diharapkan mereka terdorong dan termotivasi untuk membuat terobosan dengan menyediakan bakmi jawa mocaf yang sehat dan bergizi, karena mi mocaf mempunyai keunggulan gluten free dan serat pangan yang mudah dicerna,” jelasnya.

Praktek kemandirian dipusatkan di kompleks Masjid Piyaman, Wonosari, Gunungkidul, Rabu (17/8/2022). Kegiatan ini, mendapat apresiasi dari Ketua DPD LDII Kabupaten Gunungkidul Wahono Budi Rustanto, S.Pd.

“Kami atas nama lembaga mengapresiasi kegiatan yang dilakukan bagian Lisdal, mudah-mudahan praktek yang dilakukan dapat menjadikan bekal kemandirian menuju peningkatan tambahan ilmu dan ekonomi keluarga yang lebih baik,” ujarnya.

Wahono berharap, mubaligh dan mubalighat LDII mampu mengembangkan ilmu yang mereka dapatkan, “Karena bahan praktek dari olahan ini (mocaf) di Gunungkidul sendiri banyak dan melimpah, tinggal bagaimana kreatif dan keuletan peserta yang harus digerakkan,”tutupnya. (masginowe)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.