Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat: Tantangan dan Peluang Membangun Modal Sosial dalam Manajemen Bencana Lokal-Global pada Era Digital

Era Digital
Peta negara Indonesia dengan berbagai simbol jenis bencana yang terjadi di Indonesia. (Ilustrasi: Noviyanti Listyaningrum (peta dan teks), kompasiana.com (Slogan Kemerdekaan 77), berbagai sumber (simbol jenis bencana))

Jogjakeren.com – Era digital yang ditandai dengan penggunaan Internet of Things (IoT) telah mendisrupsi berbagai aspek kehidupan. Masyarakat dapat melakukan pekerjaan dan memenuhi kebutuhan tanpa harus berkunjung di suatu tempat atau kontak langsung dengan sumber.

Hal tersebut dianggap tidak umum pada awalnya, tetapi kini menjadi hal yang biasa dan telah menjadi solusi physical distancing sejak pandemi Covid-19. Penggunaan kanal digital, media sosial, dan ruang virtual pun menjadi bagian dari ekspresi kemerdekaan.

Read More

Dalam kondisi merdeka, perlu disadari bahwa masyarakat tinggal di permukaan bumi yang memuat potensi sumberdaya sekaligus ancaman bencana. Baik jenis bencana alam, non-alam, maupun sosial, masyarakat yang terpapar dapat mengalami kerugian, kerusakan, atau kehilangan sehingga membutuhkan bantuan untuk bisa melalui fase tanggap darurat sampai pulih dan bangkit.

Manajemen Bencana dan Dunia Digital

Paradigma manajemen bencana kini ialah pengurangan risiko bencana yang tidak hanya memberikan perhatian pada fase kritis ketika tanggap darurat, tetapi juga pada fase prabencana dan pascabencana. Berdasarkan formula risiko bencana, peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana menjadi kunci dalam pengurangan risiko, di samping beradaptasi terhadap ancaman dan pengurangan tingkat kerentanan.

Dunia digital cenderung menjadikan masyarakat mandiri dan kreatif sehingga kerentanannya terhadap bencana relatif rendah secara ekonomi dan sosial. Dunia digital juga memberikan peluang peningkatan kapasitas individu dalam menghadapi bencana dengan adanya jaringan komunikasi yang terbuka lebih luas untuk diadakan pelatihan terkait.

Namun, kapasitas tersebut cenderung signifikan pada fase prabencana. Sementara, pada fase tanggap darurat dan sesaat setelah bencana, yang lebih dibutuhkan ialah kapasitas kolektif yang berbasis aksi cepat oleh orang-orang terdekat, yang tidak lain didasari modal sosial.

Modal Sosial pada Era Digital, Sebuah Tantangan

Modal sosial tidak dapat terbentuk secara instan di masyarakat, tetapi melalui proses panjang. Aktivitas pada dunia digital yang masif terutama sejak pandemi Covid-19 menjadi tantangan baru dalam membangun modal sosial yang sempat terputus.

Tidak dapat dimungkiri bahwa pada tingkat regional, nasional, dan global, jaringan dari dunia digital dapat melengkapi modal sosial tersebut. Meskipun demikian, jaringan yang dimiliki tiap individu dari dunia digital memberikan nilai yang tidak dapat membandingi modal sosial yang terbentuk di masyarakat secara nyata, terlebih pada bencana tingkat lokal.

Keseimbangan Berinteraksi dalam Dunia Nyata dan Digital, Sebuah Peluang

Peringatan kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini telah bersemarak kembali sejak dua tahun pandemi Covid-19 memberikan batasan yang ketat untuk masyarakat. Lomba-lomba, jalan sehat, tirakatan, upacara, dan serangkaian kegiatan lainnya telah melibatkan partisipasi masyarakat yang menunjukkan bahwa masyarakat kembali berbaur secara nyata di lingkungan masing-masing.

Modal sosial dapat dibangun kembali setelah masyarakat lebih intensif berhadapan dengan dunia digital. Kapasitas yang tumbuh dengan bantuan dunia digital selanjutnya akan dapat dilengkapi dengan modal sosial yang dibangun kembali di antara sesama masyarakat.

Melakukan pekerjaan dan memperoleh kebutuhan melalui dunia digital tidak dilarang, tetapi berinteraksi dengan orang-orang di sekitar bukan hal yang dapat ditinggalkan. Keseimbangan berinteraksi antara dunia nyata dan digital menjadi kunci membangun kembali modal sosial untuk menghadapi bencana bersama-sama. Akhirnya, optimisme terhadap masyarakat yang tangguh bencana lokal-global didasari modal sosial dapat terwujud, selaras dengan slogan peringatan kemerdekaan Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.