Manfaatkan Buah Semu Jambu Mete, Mahasiswa KKN UGM Kelana di Kolono Inovasi Sirup Jambu Mete

KKN UGM
Sosialisasi dan praktik pembuatan sirup bersama masyarakat.

Konawe Selatan, Jogjakeren.com – Tim KKN-PPM UGM Unit SG-011 Periode 4 Tahun 2024 melaksanakan KKN di Desa Rumba-Rumba, Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Mereka menginisiasi pembuatan sirup jambu mete menjadi sirup bernilai ekonomi yang bertujuan untuk mengurangi limbah organik dari buah semu jambu mete yang sering terbuang.

Selain itu, pembuatan sirup jambu mete ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sumber daya lokal secara bijak yang sesuai dengan SDGS 12 yaitu “Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab”. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa yaitu Alif Adelia Eka Putri dari Prodi Kartografi dan Penginderaan Jauh yang dibimbing oleh Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc. dari Departemen Fisika FMIPA UGM selaku dosen pembimbing lapangan.

Kegiatan ini dilatarbelakangi dari masa observasi Desa Rumba-Rumba yang ternyata banyak ditemukan pohon jambu mete di kebun warga. Namun, buah semu jambu mete hanya dianggap  limbah dan yang dimanfaatkan hanya biji jambu mete saja karena buahnya memiliki rasa sepat dan gatal saat dikonsumsi akibat kandungan getahnya. Melihat masalah tersebut, Adelia menggagas langkah inovatif untuk memanfaatkan buah jambu mete menjadi sirup yang memiliki nilai jual.

Read More

Kegiatan diawali dengan identifikasi potensi dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Rumba-Rumba. Kemudian Adelia melakukan eksperimen untuk menciptakan formula sirup yang lezat dan aman untuk dikonsumsi bersama mahasiswa Universitas Halu Oleo dari Prodi Teknologi Pangan. Mahasiswa melakukan riset dan eksperimen untuk menghilangkan rasa sepat dan getah dari buah jambu mete. Setelah melalui beberapa tahap pengolahan, sirup jambu mete yang dihasilkan memiliki cita rasa segar dengan kandungan gizi yang bermanfaat.

KKN UGM
Komposisi Kimia Buah Semu Jambu Mete

Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, buah semu jambu mete banyak mengandung vitamin, khususnya vitamin C dan garam mineral. Oleh karena itu, inovasi pengolahan buah semu jambu mete menjadi produk yang dapat dikonsumsi sangat potensial untuk mengatasi masalah malnutrisi, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Syarat buah semu jambu mete yang dapat dibuat menjadi sirup adalah buah yang matang dan segar agar memiliki rasa dan aroma yang baik, harum, manis, dan lezat.

Kegiatan pengolahan buah semu jambu mete menjadi sirup diawali dengan pemilihan buah semu jambu mete yang segar dan tidak busuk. Kemudian buah semu jambu mete dicuci hingga bersih dan dikupas kulitnya. Buah semu jambu mete yang sudah dikupas dapat dipotong kecil-kecil dan dicuci kembali hingga bersih kemudian direndam dengan air garam selama 4 jam untuk menghilangkan getah dan rasa sepat.

Buah semu jambu mete yang sudah direndam dapat dicuci kembali kemudian direbus, dihaluskan dengan blender, dan diperas dengan kain tipis untuk memperoleh sarinya. Sari dari buah jambu mete kemudian ditambahkan dengan gula pasir, asam sitrat, dan natrium benzoat (opsional). Setelah mendidih dapat disaring dan dimasukkan ke dalam kemasan botol kaca atau botol kedap udara agar lebih awet dan sirup buah jambu mete siap dikonsumsi.

KKN UGM
Hasil Sirup Buah Semu Jambu Mete

Pelatihan pembuatan sirup jambu mete dilakukan bersama dengan ibu-ibu rumah tangga dan pemuda setempat, mengenai teknik pembuatan sirup dan cara pengemasan yang baik serta menarik. Kegiatan pelatihan diawali dengan pemaparan materi mengenai kandungan dan nilai gizi jambu mete, manfaat jambu mete, prosedur pembuatan sirup, dan teknik pengemasan. Kemudian dilakukan pembagian leaflet agar masyarakat memiliki simpanan resep dan pengetahuan mengenai sirup jambu mete.

Kegiatan selanjutnya adalah praktik bersama masyarakat yang tampak antusias mengikuti pelatihan tersebut. Kegiatan KKN-PPM UGM ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat dan memaksimalkan potensi lokal yang selama ini kurang dimanfaatkan. Inovasi ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat Desa Rumba-Rumba, khususnya dalam perekonomian dan kepedulian kebersihan lingkungan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *