Jogjakeren.com – Selain tape singkong, tape ketan juga menjadi salah satu olahan fermentasi yang populer. Terbuat dari beras ketan, tape ketan memiliki tekstur yang berbeda dan rasa manis yang khas. Tape ketan sering disajikan dalam acara-acara khusus atau perayaan, dan proses pembuatannya membutuhkan ketelitian agar hasilnya sesuai harapan.
Bahan-bahan:
- 500 gram beras ketan putih atau hitam
- 1,5 butir ragi tape (sekitar 3-4 gram)
- Daun pisang atau daun jambu air untuk membungkus (opsional)
Langkah-langkah:
- Persiapan Beras Ketan: Cuci bersih beras ketan, lalu rendam selama 4-6 jam atau semalaman. Setelah direndam, tiriskan beras ketan hingga benar-benar kering.
- Pengukusan Beras: Kukus beras ketan selama 15-20 menit, sampai setengah matang. Angkat beras ketan, lalu siram dengan air panas hingga merata. Aduk-aduk agar air meresap.
- Pengukusan Kedua: Kukus kembali beras ketan hingga matang sempurna, pulen, dan mengkilap. Angkat dan sebarkan di atas tampah bersih.
- Pendinginan: Biarkan beras ketan hingga benar-benar dingin. Proses ini bisa memakan waktu hingga beberapa jam. Jika masih ada sedikit uap panas, fermentasi akan gagal.
- Pemberian Ragi: Haluskan ragi tape. Taburkan ragi secara merata ke seluruh permukaan beras ketan yang sudah dingin. Aduk perlahan dengan sendok bersih agar ragi tercampur sempurna.
- Proses Fermentasi: Ambil beberapa sendok beras ketan, lalu bungkus rapat dengan daun pisang atau daun jambu air. Tata bungkusan tape di dalam wadah kedap udara. Simpan di tempat yang gelap dan hangat selama 2-3 hari.
Tape ketan yang berhasil ditandai dengan tekstur yang sangat lunak dan basah, dengan aroma manis yang kuat. Rasanya akan sangat manis dengan sedikit sentuhan alkohol alami. Tape ketan dapat dinikmati langsung, atau disajikan dengan tambahan es atau sirup.





