Menjadi Manusia Bijak, Ala Filosofi Teras

Filosofi Teras
Buku Pengembangan Diri Filosofi Teras (Source: www.orami.co.id/)

Jogjakeren.com – Pernahkah kalian mendengar ajaran Stoisisme? Stoisisme merupakan aliran filsafat Yunani kuno, namun ada yang bisa kita terapkan dalam kondisi saat ini. Ajaran Stoisisme lebih membahas pada bagaimana kita menjalani hidup dengan bijak dan selaras dengan alam. Spesifik dari ajaran Stoisisme adalah cara hidup berdampingan dengan emosi negatif yang bersifat reflektif yang mungkin kerap kita temui di kehidupan sehari-hari.

Ada puluhan buku yang membahas tentang ajaran stoisisme, salah satu buku yang bisa Anda baca adalah buku “Filosofi Teras”. Ada kutipan menarik di dalam buku tersebut yaitu:

Jika kamu bersusah hati karena hal eksternal, perasaan susah itu tidak datang dari hal tersebut, tetapi oleh pikiran/ persepsimu sendiri. Dan, kamu memiliki kekuatan untuk mengubah pikiran dan persepsimu kapan pun juga, Marcus Aurelius dalam Meditations (Manampiring, 2022).

Read More

Singkatnya, Stoisisme menyebutkan ajaran tersebut dengan melawan interpretasi otomatis. Interpretasi yang dimaksud adalah asumsi impulsif yang dihasilkan pikiran kita dalam menyikapi suatu kejadian atau masalah. Misalnya, ada kejadian yang tidak kita inginkan lantas kita seakan-akan menjadi orang yang menderita saat ini. Setelah demikian, timbulah emosi negatif berupa kesal, marah, dan frustrasi.

Ada beberapa ajaran yang bisa diterapkan dalam menyikapi emosi negatif yang ada. Salah satunya dalam buku “Filosofi Teras” termaktub akronim S-T-A-R ( Stop, Think & Asses, Respond ). Berikut kita rangkum satu persatu:

  1. STOP

Stop artinya berhenti. Dalam tahap ini dapat diartikan sebagai proses menghentikan emosi negatif yang ada. Hal tersebut dapat dideteksi apabila terjadi kekhawatiran, kecemasan, stres, sedih, dan frustrasi. Tentu hal ini perlu latihan berkali-kali, sehingga kita bisa mengontrol emosi yang sedang kita alami dan menyadari bahwa kita berada di kondisi yang sedang tidak baik-baik saja.

  1. THINK & ASSES

Emosi yang negatif  tidak cukup dihentikan saja, namun perlu langkah lebih lanjut agar tidak terjadi berulang. Stoisisme mengajarkan setelah adanya langkah stop, maka selanjutnya adalah think and asses (dipikirkan dan dinilai). Langkah ini merupakan langkah paksaan kepada diri untuk berpikir secara rasional. Sebagai praktiknya adalah dengan menilai (asses) bahwa “Apakah emosi saya ini terjadi karena sesuatu yang ada di dalam kendali saya atau diluar kendali saya?”

Proses think asses ini, mampu menahan emosi negatif yang sedang memuncak. Pada tahapan ini sebenarnya kita sedang disibukkan untuk memvalidasi dan menganalisa emosi yang terjadi. Dan tanpa disadari, proses think & asses ini dapat menginterupsi emosi agar tidak semakin meluap.

  1. RESPOND

Tahapan selanjutnya adalah merespon dengan sebuah tindakan atau ucapan. Respon yang dihasilkan ini merupakan hasil dari kontruksi S-T-A (Stop, Think & Asses). Respon yang berkualitas adalah respon yang menggunakan nalar dan bersifat rasional. Didukung dalam kondisi yang baik maka tahap untuk merespon akan mengikuti pula.

Jadi, ada tiga kunci yang dapat kita ambil dari ajaran filosofi teras ketika kita mengalami emosi negatif sebab suatu peristiwa, yaitu stop, think & asses, serta respond. Ketiga hal tersebut apabila dikonstruksikan akan membawa kita menjadi manusia yang hidup selaras dengan alam. Sebagaimana tujuan dari ajaran Stoisisme bahwa kita hidup supaya selaras dengan alam, bebas dari emosi negatif dan memperoleh kelayakan hidup yang damai.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *