Sleman, jogjakeren.com – Sebanyak 321 warga LDII ikut memeriahkan acara family gathering tahun ini yang diadakan oleh PC LDII Kalasan bertempat di Masjid Al-Fattah Pundungrejo Purwomartani Kalasan, Minggu (25/2/2024). Terdapat lomba-lomba untuk meramaikan acara yaitu lomba tenis meja untuk peserta laki-laki dan lomba masak untuk peserta perempuan.
Berdasarkan tema “Masakan Ikan dari Calon Mantu Idaman” menu masakan yang diambil berupa olahan ikan nila, peserta dibebaskan untuk memilih resep masakan dan tidak membatasi kreativitas peserta dalam mengolahnya. Selain itu hasil masakan peserta akan dilombakan dalam lomba fotografi.
Dari 81 peserta yang hadir peserta dibagi ke dalam lima kelompok, setiap kelompok memberikan nama masakan yang akan dinilai, mulai dari “Tilapia with Coconut Milk Sauce”, “Nila Pedas Asam Manis”, “Nila Bakar Menyala Abangku”, “Ikan Nila Bumbu Kuning” dan “Tilapia with Mango Salsa”. Adapun kriteria penilaian yaitu dari segi rasa, tampilan, kekompakan dan juga kebersihan.

Bunga Navila salah satu panitia family gathering mengatakan antusiasme peserta sangat terlihat mulai dari persiapan hingga penjurian. Dari lomba ini peserta juga dapat bersaing dengan kompetitif, bisa melatih kekompakan dan kerjasama antar peserta.
“Memasak adalah salah satu hal yang akan melekat pada diri seorang perempuan maka keputrian harus belajar mengasah kemampuannya dalam bidang memasak. Selanjutnya dengan kegiatan praktik memasak bisa memberikan semangat baru bagi generus dalam mengikuti amal sholih yang lain,” tambahnya.
Menghadirkan tiga juri salah satunya yaitu Yudanta Ari Widodo, A.Md., Par. seorang pastry chef di Hotel Sheraton Yogyakarta. “Saya sangat mendukung remaja putri khususnya dalam bidang memasak, karena nanti bisa untuk usaha dan ketika menikah bisa membantu income keluarga. Apabila remaja putri sudah pintar memasak otomatis mereka akan lebih percaya diri mengarungi bahtera rumah tangga, karena bisa memasak terutama untuk suami dan anak-anaknya kelak,” ujar Ari.
“Acara ini sangat bagus sekali, kedepannya mungkin bisa disempurnakan dan temanya bisa lebih luas lagi, dikemas sesuai tema anak-anak remaja seperti membuat pastry yang mungkin bisa dipasarkan di social media agar bisa menunjukkan bahwa LDII punya potensi yang bagus sehingga bisa bersaing dalam dunia kuliner,” tambahnya.





