jogjakeren.com – Bulan Ramadan adalah bulan yang paling dinanti oleh umat islam di dunia. Pasalnya, bulan Ramadan terkandung beribu rahmat dan berkah di dalamnya. Di dalam berkah tersebut, terdapat salah satu peristiwa mulia yakni peristiwa Nuzulul Qur’an atau turunnya Al-Qur’an. Nuzulul Qur’an adalah peristiwa awal turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap.
Merujuk Surat Al-Isra’ ayat 106, “Dan aku Allah menurunkan Al-Qur’an itu dengan terpisah-pisah, tujuannya agar kamu Muhammad membacakan Al-Qur’an kepada manusia dengan perlahan-lahan dan Kami Allah menurunkan Al-Qur’an dengan sungguh terpisah-pisah.”
Awal mula turunnya Al-Qur’an yakni pada tanggal 17 Ramadan. Ayat pertama Al-Qur’an turun surat Al-Alaq ayat 1-5 dimana saat itu Rasulullah berada di gua Hira. Wahyu pertama ini disampaikan oleh Malaikat Jibril dengan mengatakan “Iqra’ (bacalah).
Perintah bacalah itu disampaikan sebanyak tiga kali oleh Malaikat Jibril, setelah itu firman Allah disampaikan. “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan adapun Tuhanmu itu Maha Mulia. Tuhan yang mengajari manusia (Muhammad) dengan pena. Dia mengajarkan ilmu kepada manusia yang belum diketahuinya.” (Q.S. Al-Alaq 1-5)
Setelah menerima wahyu itu, Rasulullah pulang ke rumah dengan ketakutan. Setibanya di rumah, Rasulullah meminta sang istri, Khadijah untuk menyelimutinya.
Khadijah dengan cepat melaksanakan permintaan itu dan bertanya mengapa Rasulullah terlihat sangat ketakutan. Khadijah lalu menenangkan Rasulullah. Setelah itu, Nabi Muhammad tak lagi diberikan wahyu baru setelah 40 hari, turun wahyu kedua.
Meriah barokah di bulan Ramadan
Seperti itulah awal mula diturunkannya wahyu Allah berupa Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Bersamaan dengan bulan Ramadan ini, umat islam supaya bisa meraih barokah dari peristiwa tersebut. Barokah diartikan dengan banyak kebaikannya, banyak manfaat atau pahalanya. Al-Qur’an merupakan kitab suci bagi umat islam, sebagai umat islam kita wajib mempelajari, mempercayai dan mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya.
Terlebih lagi di bulan yang penuh mulia ini, dimana pahala dilipatgandakan alangkah baiknya umat islam meningkatkan ibadahnya. Salah satunya dengan memperbanyak mengkaji dan membaca Al-Qur’an. Bahkan diusahakan bisa mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an paling tidak satu kali dalam satu bulan.
Sebagaimana diriwayatkan dalam Hadist Tirmidzi, “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidak mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.”
Merujuk hadist tersebut, maka setiap kita membaca Al-Qur’an akan mendapatkan pahala yang berlipat, apalagi jika bisa mengkhatamkan. Berapa banyak pahala yang kita dapat, Allah yang lebih tau. Maka dari itu manfaatkan bulan Ramadan ini dengan memperbanyak membaca dan mengkaji Al-Qur’an sebagai wujud umat islam mengagungkan wahyu Allah.





