Monitoring Kemenag: PPPM Baitussalam Pondok Pesantren Ideal di Kota Yogyakarta

PPPM Baitussalam
Tim Monitoring Kemenag Kota Yogyakarta melakukan monitoring dan pembinaan di PPPM Baitussalam, Mantrijeron, Yogyakarta, Senin (14/11/2022).

Jogjakeren.com – Tim Monitoring Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta melakukan pembinaan dan monitoring ke Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa (PPPM) Baitussalam, Mantrijeron, Yogyakarta, Senin (14/11/2022).

Tim Monitoring yang diprakarsai Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Pendin Pontren) ini dipimpin Ustadz Ismaryono yang didampingi Ustadzah Supartiningsih dan Ustadzah Nuriyah. Rombongan diterima H. Ahmad Riyadi, Ketua PPPM Baitussalam di kantor Mantrijeron, Yogyakarta, yang didampingi pembina pondok dan beberapa pengurus harian.

Read More

Ustadz Ismaryono menyampaikan tujuan dilakukannya monitoring ini untuk melihat secara langsung tentang pembinaan santri dan manajemen pondok. “Monitoring ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan masalah yang dihadapi pondok, kemudian diinventarisasi untuk dikelola dan dicarikan solusi,” ungkapnya.

H. Ahmad Riyadi menyampaikan bahwa PPPM Baitussalam telah terdaftar sebagai pondok binaan Kemenag Kota Yogyakarta sejak tahun 2019. Kehadiran Tim Monitoring Kemenag turut disambut Pembina PPPM Baitussalam, H. Sudayat.

Ia merasa bersyukur atas kehadiran Tim Monitoring ke pondok binaannya dan mengharap bimbingan dari Kemenag. “Petunjuk dan arahan sangat dibutuhkan, agar kami bisa membimbing dan mengarahkan para santri dalam membentuk sumberdaya manusia yang berkualitas dan menjadikan pondok sesuai dengan harapan para orangtua santri dan masyarakat,” tegasnya.

PPPM Baitussalam
Tim Monitoring Kemenag Kota Yogyakarta bersama pengurus PPPM Baitussalam, Mantrijeron, Yogyakarta.

Pondok pesantren yang merupakan pondok binaan LDII Yogyakarta ini memiliki 133 santri yang terdiri dari 50 santri dari warga sekitar pondok dan 83 berasal dari wilayah Yogyakarta dan beberapa wilayah di luar Yogyakarta. Sebagian santri memang khusus mendalami materi agama selama di dalam pondok, dan sebagian lain pada waktu siang hari pergi ke sekolah dan kampus, lalu pada malam harinya belajar ilmu agama. Mereka diasuh oleh beberapa ulama yang menguasai pemahaman Alquran dan Alhadis.

Berdasarkan pantauan Tim Monitoring, setelah melihat secara langsung terhadap manajemen pondok, Ustadz Ismaryono menyimpulkan bahwa PPPM Baitussalam termasuk salah satu pondok yang sangat ideal di Kota Yogyakarta. “Pondok ini sangat ideal dan para santrinya harus selalu dibina secara profesional. Karena dari pondok ini akan melahirkan SDM berkualitas yang diharapkan bangsa,” ucapnya menyampaikan hasil monitoring.

Diharapkan pula, selain menguasai ilmu agama dan ilmu pengetahuan, para santri bisa berkontribusi dalam masyarakat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *