Petani Jogja Harus Tahu Manfaat Rotasi Tanaman dalam Mengelola Lahan

  • Whatsapp
Petani Jogja Harus Tahu Manfaat Rotasi Tanaman dalam Mengelola Lahan
Petani Jogja Harus Tahu Manfaat Rotasi Tanaman dalam Mengelola Lahan

Jogjakeren – Rotasi tanaman merupakan suatu teknik dalam pertanian yang mampu memberikan berbagai manfaat. Dengan melakukan teknik ini, maka kondisi lahan yang dikelola untuk pertanian atau perkebunan akan terjaga dengan baik.

Dalam pengelolaan lahan, petani harus mempertimbangkan berbagai hal. Di samping pemenuhan teknologi dan penyediaan benih ataupun pupuk, wawasan para petani juga harus dipenuhi, sehingga benar-benar bisa memahami bagaimana cara untuk mengelola lahan dengan baik dan benar.

Bacaan Lainnya

Petani Jogja Harus Tahu Manfaat Rotasi Tanaman dalam Mengelola Lahan
Petani Jogja Harus Tahu Manfaat Rotasi Tanaman dalam Mengelola Lahan

Definisi Rotasi Tanaman

Penelitian Agus dan Johanes (2018) yang dimuat dalam Jurnal Sumberdaya Lahan, menjelaskan bahwa rotasi tanaman merupakan praktik penanaman berbagai jenis tanaman secara bergiliran di suatu lahan. Rotasi tanaman dapat mencegah perkembagnan hama, serta meningkatkan kesuburan tanah.

Berbagai komoditi yang diterapkan dalam rotasi tanaman, baiknya juga merupakan tanaman yang berbeda famili. Aneka komoditi seperti padi, tanaman polong-polongan, serta holtikultura bisa menjadi contoh dari jenis tanaman yang dapat dilakukan rotasi tanaman.

Berbagai Manfaat dari Rotasi Tanaman

Penerapan rotasi tanaman sangat perlu diketahui dan diterapkan oleh para petani di tanah air. Termasuk petani di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pun juga harus bisa memahami teknik ini, sehingga bisa menghasilkan produk pertanian yang lebih optimal.

Berikut beberapa manfaat rotasi tanaman yang wajib diketahui oleh para petani:

manfaat rotasi tanaman
Rotasi Tanaman Bermanfaat Meningkatkan Hasil Pertanian

Rotasi Tanaman Mengurangi Intensitas Serangan Hama dan Penyakit

Tiap tanaman, tentu memiliki hama dan penyakit yang berbeda-beda. Salah satu cara untuk mengurangi intensitas serangan hama dan penyakit adalah dengan teknik rotasi tanaman ini.

Mengapa demikian? Dengan melaukan rotasi tanaman, maka siklus hama dan penyakit yang menyerang tanaman di periode awal akan terputus. Pergantian tanaman yang berbeda akan menekan perkembangbiakan hama dan penyakit.

Meningkatkan Kesuburan Tanah

Unsur hara dalam tanah tentu akan digunakan oleh tanaman untuk bisa tumbuh dan berkembangbiak dengan baik. Dari berbagai jenis tanaman, ada yang penyerapan unsur haranya sangat besar. Namun ada pula tanaman yang mampu memperkaya unsur hara dalam tanah.

Dengan melakukan rotasi tanaman, maka para petani akan mampu mempertahankan kesubutan tanah. Apabila pada periode awal, lahan ditanami dengan tanaman yang haus akan unsur hara, maka pada periode selanjutnya petani dapat memilih tanaman yang mampu memperkaya unsur hara dalam tanah.

Jenis tanaman yang mampu memperkaya unsur hara dalam tanah adalah tanaman polong-polongan. Akar dari jenis tanaman ini dapat menjalin simbiosis dengan bakteri tertentu sehingga dapat meningkatkan unsur hara dalam tanah.

Menjaga Kondisi Fisik Tanah

Kondisi fisik tanah sangat berkaitan dengan pengangkutan udara, panas, air, serta unsur hara yang terlarut dalam tanah. Maka dari itu, kondisi fisik tanah juga harus diperhatikan agar tanaman mampu memberikan hasil pertanian yang optimal.

Rotasi tanaman juga mampu berperan dalam menjaga kondisi fisik tanah. Penelitian Agus dan Johanes (2018) menunjukkan bahwa rotasi tanaman mampu meningkatkan berat jenis isi tanah serta memperbaiki struktur tanah.

Pergantian tanaman ini juga dapat meningkatkan daya serap air pada tanah, serta menekan pencucian hara dalam tanah. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat rotasi tanaman dalam menjaga kondisi fisik tanah juga cukup besar.

Dengan mengetahui berbagai manfaatnya, maka para petani yang ada di Yogyakarta dan tanah air diharapkan mampu menerapkan rotasi tanaman dalam pengelolaan lahan pertanian. Dengan demikian, petani dapat memperoleh berbagai kemudahan dalam pengolahan lahan, serta mendapatkan hasil pertanian yang lebih optimal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *