Pentingnya Memahami Ilmu Hilal, LDII DIY Ikuti Pelatihan Hisab Rukyat

LDII DIY Mengikuti Pelatihan Rukyat Hilal yang Digelar DPP LDII
LDII DIY Mengikuti Pelatihan Rukyat Hilal yang Digelar DPP LDII

Jogjakeren.com – Bulan Ramadan menjadi bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam, karena pada bulan ini banyak lipatan pahala ibadah yang diberikan Allah swt. Satu hal lain yang banyak dinantikan masyarakat adalah penentuan jatuhnya tanggal 1 Ramadan, yang tentunya membutuhkan metode tepat.

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII DIY turut mengirimkan perwakilan dalam Pelatihan Hisab Rukyat yang dihelat oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII. Acara tersebut digelar pada hari Minggu (19/3) di Imah Noong Bandung. Hal ini berkaitan dengan pentingnya memahami metode perhitungan hilal dengan tepat.

Acara ini diikuti oleh perwakilan pengurus takmir masjid naungan LDII Jawa Timur, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. DPW LDII DIY mengirimkan 3 utusan, yakni Endri Sulistyo, Wibowo dan Wijang Asadullah Al Sueh. Selain perwakilan dari DIY, perwakilan pengurus takmir masjid nauangan LDII Jawa Timur dan Jawa Tengah juga turut hadir.

Bacaan Lainnya

Pengelola Observatorium Imah Noong Bandung, Hendro Setyanto menyampaikan, ilmu hilal sangat penting dalam Islam, mengingat penentuan waktu yang akurat berkaitan dengan pelaksanaan ibadah. “Seperti waktu salat, waktu puasa, waktu haji, dan waktu-waktu penting lainnya,” ujarnya.

Hendro menambahkan, pada era modern teknologi sudah berkembang, dengan begitu ilmu hisab dan rukyat akan lebih mudah dan akurat untuk diterapkan.

“Ketika zaman sudah berkembang, kami bisa menentukannya dengan menggunakan teknologi yang tepat agar penentuannya lebih akurat,” imbuhnya.

LDII DIY Mengikuti Pelatihan Rukyat Hilal yang Digelar DPP LDII
LDII DIY Mengikuti Pelatihan Hisab Rukyat yang Digelar DPP LDII

Pelatihan Hisab Rukyat untuk Meningkatkan Keterampilan dan Akurasi Rukyat Hilal

Ketua Tim Rukyatul Hilal DPP LDII, Wilnan Fatahillah berharap para peserta mampu menyebarluaskan ilmu falak yang telah dipelajari. Menurutnya, pemahaman tentang ilmu falak sangat penting bagi umat muslim dalam menjalankan ibadah.

“Ini berkaitan dengan bulan Ramadan yang akan kita jumpai. Jadi kami membawa alat yang sudah dimiliki untuk di-setting ulang dan kembali mempelajari ilmu falak,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini peserta dibekali materi dan praktik teknik rukyatul hilal, olah citra hilal, pengukuran arah kiblat, rukyat fajar, dan simulasi gerak bintang.

Dalam prakteknya, Wilnan menegaskan bahwa umat Islam dapat memilih salah satu dari kedua metode tersebut dalam menentukan waktu pelaksanaan ibadah, tergantung pada keyakinan dan pemahaman masing-masing. Satu hal yang perlu diingat, bahwa penentuan waktu pelaksanaan ibadah yang tepat sangat penting dalam Islam.

Ilmu hisab adalah studi tentang perhitungan matematika yang melibatkan penggunaan kalender dan perhitungan astronomi untuk menentukan waktu. Sedangkan, rukyat adalah studi tentang pengamatan benda-benda langit, seperti gerhana bulan atau gerhana matahari, untuk menentukan awal dan akhir bulan dalam kalender Islam.

Wilnan berharap, melalui pelatihan ini para peserta dapat meningkatkan keterampilan dan akurasi dalam mengamati hilal.

“Dengan pelatihan ini, peserta mendapat bekal ilmu yang cukup sebelum merukyat hilal sehingga tidak terjadi salah tafsir dalam melihat hilal”, harapnya. Pelatihan hisab rukyat ini merupakan salah satu langkah dalam membantu pemerintah untuk menentukan awal bulan Ramadan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *