Piala Kemerdekaan RI 2022, FORSGI DIY Bentuk Karakter Luhur Melalui Sepakbola

Ketum FORSGI Membuka Piala Kemerdekaan di Stadion Cangkring
Ketum FORSGI Membuka Piala Kemerdekaan di Stadion Cangkring

Jogjakeren.com – Sepuluh tim sepakbola U10 dan U12 yang berasal dari 5 kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta berlaga di Festival Forum Sepakbola Generasi Indonesia (FORSGI) ke-1 di GOR Cangkring, Minggu (31/7/2022). Kendati masih belia, semangat juang dan karakter luhur mereka mengundang decak kagum penonton. Acara bertajuk Piala Kemerdekaan FORSGI DIY sukses dihelat, dengan kontingen Bantul keluar sebagai kampiun.

Matahari pagi masih bersinar hangat, ketika Ketua Umum FORSGI H. Agus Riyanto, S.T, M.Si. membuka acara secara resmi. Agus menyampaikan apresiasi dengan penyelenggaraan acara. Salut dengan kerjasama panitia, orang tua, official, dan pemain. Pihaknya juga menyampaikan bahwa tujuan utama FORSGI adalah pembentukan karakter pemain. Setelah karakter terbentuk, baru bagaimana mereka memaksimalkan potensi. “Yang utama adalah karakter dulu. Ketika karakter bagus, maka menjadi pondasi yang kuat. Mau bentuk bangunan sekuat apapun ketika pondasi tidak bagus, jadinya juga mudah goyah,” sebut Agus.

Read More

Hal tersebut sesuai dengan visi misi FORSGI yaitu menumbuhkan karakter yang sportif, rukun, kompak, kerjasama yang baik sebagai salah satu wadah pengembangan sepakbola. “Jika pondasi bagus, mau dibangun istana seperti apa juga bisa,” tandas Agus Riyanto.

Pernyataan senada diungkapkan Ketua FORSGI DIY Dr. Drs. H. Yulianto Hadi, S.E, M.M. Tujuan FORSGI yaitu mengembangkan potensi sepakbola usia muda, baik untuk pemain, pelatih, maupun semua pelaku sepakbola secara merata. FORSGI juga ingin menghadirkan kemeriahan dan hiburan bagi masyarakat.

Stadion Cangkring bergemuruh saat Festival Piala Kemerdekaan 2022 resmi dibuka. Ditandai dengan tendangan pertama ke Lapangan Merah dan Lapangan Putih, tempat dilangsungkannya pertandingan U10 dan U12 secara paralel. Sekitar 5 ribu penonton yang memadati tribun penonton pun bersorak menyaksikan tim kesayangan mereka berlaga.

Foto Salah Satu Tim Piala Kemerdekaan di Stadion Cangkring
Foto Salah Satu Tim Piala Kemerdekaan di Stadion Cangkring

Piala Kemerdekaan dilangsungkan dengan format kompetisi. Setiap tim bertanding dengan semua tim dari kabupaten/kota yang lain. Dalam waktu 2 x 10 menit, para pemain memamerkan kerjasama yang baik di bawah terik matahari. Namun kaki-kaki kecil mereka tidak lelah untuk menggiring bola menuju ke gawang seberang. Ketika tampak ada yang terjatuh, di sana tersedia tangan yang mengulurkan bantuan, tanpa memperdulikan tim kawan atau lawan. Dalam FORSGI, semua adalah kawan.

Perdana, Penyelenggaraan Piala Kemerdekaan

Eko Waluyo Nugroho, S.E, ketua panitia festival ini menyampaikan bahwa Piala Kemerdekaan ini adalah yang pertama diselenggarakan. Tentunya cukup banyak tantangan yang dihadapi. Personel panitia juga masih relatif baru, dan memang belum berpengalaman dalam sepakbola. Hal yang baru perlu pengkondisian yang lama, dan harus matang. “Alhamdulillah, dengan kesolidan, keikhlasan, rukun dan kompak panitia, Allah memberikan acara ini berjalan dengan lancar, meskipun belum sempurna,” syukur Eko.

Piala Kemerdekaan mempertemukan kurang lebih 150 pemain U10 dan U12. Eko menyebut semua kabupaten/kota mengirim satu tim U10 dan satu tim U12. “Di tiap kota ‘kan sudah diawali seleksi lewat FORSGI. Nah, mereka yang berlaga sekarang inilah jagoan di tiap kabupaten kota,” katanya. Selama kurang lebih sehari berkompetisi, panitia akan mengambil tim juara yang akan diikutkan bertanding di Festival FORSGI nasional.

Menggerakkan Roda Ekonomi

Piala Kemerdekaan hari ini juga menjadi berkah bagi masyarakat. Segenap UMKM maupun pengusaha ikut ambil bagian. Panitia pun nampaknya jeli memanfaatkan peluang ini. Papan sponsorship di lapangan dibarokahkan oleh Salman Sport, Dina Kembang, dan beberapa pengusaha lain.

Bazar dan stand disiapkan di luar stadion. Teguh Fidinillah, panitia bazar menyediakan 24 stand di teras stadion dan 8 stand di dekat parkir. “Alhamdulillah, 2 minggu sebelum hari H semua stand habis sudah dibooking,” bangganya.

Ramainya suporter menambah semarak bazar ini. Terlihat penjual yang kewalahan saking larisnya dagangan mereka. Matahari belum sampai di tengah, ketika wadah minuman di salah satu stand sudah hampir tandas. “Laris ini Mas, ini mau pulang buat ambil lagi,” seru si penjual sambil menyeka keringat. “Terima kasih sudah nglarisi stand kami,” ramah seorang penjual yang lain pada pembelinya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.