PMK Tengah Mewabah, Komunitas Berkah Haizofers Distribusikan Hewan Kurban di Ponpes Nur Azizah

Idul Adha
Komunitas fanbase BHS menyalurkan seekor sapi dan seekor kambing ke Ponpes Nur Azizah guna merayakan Idul Adha, Minggu (10/7/2022).

Jogjakeren.com – Hari raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1443 H bertepatan pada Minggu (10/7/2022). Keputusan tersebut diumumkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) melalui sidang isbat yang diselenggarakan pada Jumat (1/7/2022). Umat Islam memperingati hari raya Idul Adha ini dengan menjalankan sunah nabi yaitu berkurban.

Momentum kurban juga tidak dilewatkan oleh komunitas Berkah Haizofers Sedunia (BHS). BHS berkurban di Pondok Pesantren (Ponpes) Nur Azizah, Godean, Sleman. Komunitas yang berbasis fanbase atau basis penggemar itu menyalurkan hewan kurban berupa satu ekor sapi dan satu ekor kambing.

Read More

Alhamdulillah, kami mulai berkurban dari tahun kemarin dan kami laksanakan di Jember,” tutur Intan, salah satu anggota komunitas fanbase tersebut. Komunitas yang terbentuk sejak 2019 mengaku bersyukur telah diterima baik oleh pihak pondok pesantren. Di hari yang sama, BHS berkurban di dua kota, yaitu Yogyakarta dan Bogor.

Adapun hewan kurban yang disembelih telah melalui uji kesehatan. Hal itu dilakukan mengingat adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih merebak hingga saat ini.

Menyikapi isu tersebut, dewan pembina ponpes, H. Jiwantoro, S.Pd. juga turut andil dalam pemilihan hewan kurban yang akan disembelih. “Hewan kurban dicari yang sehat dan memenuhi syarat. Kami mencari yang aman-aman saja, seperti di tempat peternak,” jelas Jiwantoro.

Tak hanya dari pihak Ponpes Nurul Azizah  yang bertanggung jawab, komunitas BHS juga turut berkontribusi dalam pemilihan hewan kurban. Hal itu sebagai antisipasi terhadap wabah PMK. Selaku anggota BHS, Intan menjelaskan bahwa dalam mencari hewan kurban dilakukan di tempat peternakan yang bersertifikasi. Tak hanya itu, dalam penyaluran hewan kurban tersebut, pihaknya disertakan formulir mengenai kondisi sapi yang sehat dan bukti surat dari dinas kesehatan.

“Kami juga memberi bukti surat dari dinas kesehatan ke pondok bahwa hewan sudah divaksinasi sehingga aman,” kata Intan dan rekannya, Alfiyah.

Dalam pencarian hewan kurban, H. Syaiful Subarno, salah satu pengajar pondok pesantren mengungkapkan sempat mengalami kesulitan. “Hewan kurban di pasaran tidak cukup banyak. Berbeda dengan sebelum ada wabah PMK, kalau sekarang ini mencari hewan kurban cukup sulit,” ungkap Syaiful.

Meskipun tengah dilanda wabah PMK, hal itu tidak menyurutkan semangat warga Ponpes Nur Azizah untuk menyambut hari raya tahun ini. Bahkan santri pondok pesantren merasa senang dengan adanya kolaborasi dari komunitas BHS. “Kami merasa sangat senang dan bersemangat. Semoga mendapat kebarokahan,” kata  Nindi, seorang santriwati.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.