Jogjakeren.com – Bulan haji atau kerap disebut dengan bulan Zulhijjah merupakan bulan yang sangat mulia. Pasalnya bulan tersebut menjadi puncak ibadah haji dan berkurban untuk umat muslim.
Di Indonesia yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam menyambut Hari Raya Idul Adha dengan melaksanakan kurban. Sebagai salah satu di antaranya, para warga Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalurahan Sidoluhur memperingati hari raya Idul Adha pada Minggu (10/7/2022).
Berbekal tuntunan sunah Nabi Ibrahim AS, tujuan daripada ibadah kurban bagi umat Islam yaitu mewujudkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Ketua panitia kurban, H. Tri Warsana menyampaikan bahwa warga PAC LDII Sidoluhur melaksanakan kurban berjumlah tiga ekor sapi dan lima ekor kambing. Penyembelihan hewan kurban bertempat di halaman Masjid Baiturrahmat, Godean, Sleman. Meskipun di tengah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), hal itu tidak menghalangi semangat ibadah kurban dari warga PAC Sidoluhur.
“Memang sedikit kesulitan saat mencari hewan kurban dan persediaan hewan kurban semakin sedikit, biasanya di pasar-pasar banyak, akhirnya kami mencari di kandang-kandang para peternak di kampung-kampung,” tutur Tri Warsana.
Ketua PAC LDII Sidoluhur Kurniadi Prihanto, S.Sos. menjelaskan bahwa telah ada kerja sama dengan lembaga Puskeswan Kapanewon Godean. Hal itu sebagai antisipasi wabah PMK yang baru-baru ini tengah ramai. “Alhamdulillah, koordinasi yang dilakukan terbukti tidak ada kasus. Tidak ada kerusakan mulut dan hati hewan kurban tidak ada cacingnya,” terang Kurniadi Prihanto.
Regenerasi melalui Kurban
Adapun penyembelihan hewan kurban warga PAC LDII Sidoluhur banyak melibatkan para generasi muda di dalamnya. Kontribusi generasi penerus (generus) menjadi konsistensi warga LDII dalam upaya mendidik generus supaya mandiri dan tanggap. Oleh karenanya dalam rangka memperingati hari raya Idul Adha, ketua panitia mengarahkan para generasi muda untuk berperan aktif dalam penyembelihan kurban.
Ketua panitia kurban menjelaskan bahwa generasi akan terus berganti seiring dengan zamannya. Generus akan semakin banyak sehingga bisa bersinergi dengan yang lebih tua. Memperhatikan hal itu, semua generasi muda PAC LDII Sidoluhur dilibatkan untuk membantu penyembelihan kurban.
“Harapannya mereka akan terbiasa kemudian tidak terjadi lost generations atau generasi yang putus,” kata Tri.
Kolaborasi antara generus dengan para orang tua atau pengurus dapat tercermin dalam prosesi penyembelihan hingga pembagian daging kurban. Melalui pembinaan generus, hal itu berupaya untuk mempersiapkan generus yang profesional dan religius. Sebagaimana harapan dari H. Tri Warsana bahwa peran aktif generus lebih diperbanyak sehingga ke depannya para generus dapat melanjutkan perjuangan.
Kurniadhi Prihanto atau kerap disapa Anto menerangkan bahwa pengurus mempunyai keyakinan dengan melibatkan generus maka target apapun bisa tercapai. Hal tersebut dapat terjadi apabila keaktifan komunikasi dan berkegiatan dapat dijaga antar sesama generus dan para seniornya.
“Ketika knowledge tertransfer dan programnya tertransfer kami punya keyakinan insyaallah regenerasi kepengurusan organisasi tidak kami khawatirkan. Selagi kami punya indikator keaktifan seperti aktif konsultasi dan komunikasi antar sesama generus dan seniornya,” imbuh Anto.





