Lolos Program IISMA, Mahasiswa PC LDII Mlati Raih Kesempatan Belajar di Malaysia

Nestya Nanda Nur Fauza, mahasiswi yang lolos program IISMA.

Jogjakeren.comNestya Nanda Nur Fauza, salah satu mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), berhasil menggapai mimpinya untuk belajar di luar negeri melalui program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2021. Ia mendapat kesempatan untuk belajar di Universiti Kebangsaan Malaysia dan mendapat banyak pengalaman berharga bersama mahasiswa internasional di kampus tersebut.

IISMA merupakan salah satu program unggulan dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan oleh Kemendikbudristek. Melalui program IISMA ini, Pemerintah Indonesia mengirimkan sejumlah mahasiswa untuk belajar di luar negeri. Program inilah yang kemudian membawa Nestya Nanda Nur Fauza untuk belajar di salah satu universitas bergengsi di Malaysia.

Read More

Mahasiswi yang kerap disapa Nestya ini juga aktif mengikuti pengajian di majelis taklim binaan PC LDII Mlati. Ia mendaftar program IISMA dari universitasnya dan menjadi salah satu awarded IISMA 2021.

Agar dapat lolos program ini, para mahasiswa harus melewati dua tahap seleksi. Tahap pertama merupakan seleksi dokumen yang meliputi CV, essay, dan dokumen lainnya. Tahap kedua yaitu interview. Seluruh rangkaian seleksi tersebut menggunakan bahasa Inggris.

Dari 2.500 mahasiswa yang mendaftar, Nestya menjadi satu dari 1000 orang yang lolos program ini. Mahasiswa yang lolos tersebut mendapat kesempatan belajar di berbagai universitas di dunia. Nestya kemudian mendaftar dan diterima di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) bersama 17 mahasiswa lainnya dari Indonesia. Di UKM ini, Nestya mengambil program Bachelor of Business Administration di FEP (Faculty of Economics and Management).

UKM sendiri merupakan salah satu universitas paling bergengsi di Malaysia dan juga Asia Tenggara saat ini. UKM terletak di Bangi, Selangor, Malaysia. Disini Nestya belajar bersama mahasiswa lokal Malaysia, Indonesia, China, Korea, Jepang, dan berbagai negara lain yang juga exchange di universitas tersebut.

“Perkuliahan di sini kurang lebih sama seperti di Indonesia, dengan pembelajaran full in english. Kalau tugas dari dosen sejak awal udah di jelasin, dari minggu awal sampai minggu akhir bakal belajar apa bakal dapat tugas apa,” ungkap Nestya dalam wawancaranya melalui Whatsapp.

Selain belajar, Nestya juga masih memiliki waktu untuk bermain. “Pasti sempet main dong. Karena memang mata kuliah yang diambil gak banyak, aku sendiri cuma ambil 3 mata kuliah,” lanjut Nestya dalam wawancaranya.

Kehidupan di Malaysia tidak jauh berbeda jika membicarakan tentang cuaca, penduduk, dan makanan. Namun hal baru yang Nestya rasa agak sedikit berbeda dengan Indonesia adalah transportasi umum di negara ini dapat diakses dengan mudah. Selain itu, di UKM dan universitas-universitas di sekitarnya ternyata banyak sekali dijumpai hewan monyet. Bahkan kamar pribadi Nestya pernah dimasuki hewan monyet karena ia lupa menutup jendela. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi Nestya.

Dari program IISMA inilah Nestya mendapat pengalaman kuliah di kampus bergengsi di Malaysia. Nestya dapat bertemu, bergaul, dan belajar berkomunikasi dengan orang-orang dari berbagai negara. Di akhir wawancaranya, Nestya memberikan tips dan trik untuk para calon awarded IISMA.

“Tips dan trik pastinya perkuat bahasa inggrisnya, targetkan punya skor TOEFL tinggi, belajar writing in english dengan baik dan juga selalu latihan speaking untuk interview. Jangan lupa juga doa dan minta doa restu orang tua. Semangat meraih impian ya buat study abroad, always believe in yourself,” pesan Nestya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *